Kesepakatan Inggris-Turki akan meniru persyaratan perdagangan yang sudah ada sebelumnya antara Ankara dan London, tetapi Menteri Perdagangan Inggris, Liz Truss, mengatakan pada hari Minggu bahwa dia berharap pengaturan yang dipesan lebih dahulu antara negara-negara tersebut dapat segera dicapai.
"Kesepakatan yang kami harapkan untuk ditandatangani minggu ini mengunci pengaturan perdagangan bebas tarif dan akan membantu mendukung hubungan perdagangan kami. Ini akan memberikan kepastian bagi ribuan pekerjaan di Inggris dalam industri manufaktur, otomotif dan baja,†kata Truss dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari
Reuters, Senin (28/12).
"Kami sekarang berharap untuk bekerja dengan Turki menuju perjanjian perdagangan Inggris-Turki yang dibuat khusus dan ambisius dalam waktu dekat," lanjutnya.
Hubungan perdagangan itu bernilai 18,6 miliar pound atau setara 25,2 miliar dolar AS, dan Inggris mengatakan itu adalah kesepakatan perdagangan terbesar kelima yang telah dinegosiasikan oleh kementerian perdagangan setelah perjanjian dengan Jepang, Kanada, Swiss, dan Norwegia.
Inggris saat ini telah menandatangani perjanjian perdagangan dengan 62 negara menjelang akhir periode transisi Brexit pada 1 Januari mendatang, ketika mereka meninggalkan pengaturan perdagangan UE.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: