Rencana itu disampaikan Prabowo saat meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026.
Prabowo meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Direktur Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, CEO Danantara Rosan Roeslani, serta pejabat terkait lainnya segera menyerahkan daftar nama pihak-pihak yang berperan dalam proses panjang pengembangan B50.
"Nanti Mensesneg coba saya minta nama-nama ya Menteri ESDM (Bahlil), Dirut Pertamina (Simon Aloysius), Menko Ekonomi (Airlangga), Pak Rosan (CEO Danantara) dan pejabat lain saya minta mereka-mereka yang berjasa dalam proses mencapai B50, saya minta nama-namanya ya. Saya ingin memberi tanda kehormatan bintang penghargaan kepada mereka," ujarnya.
"Yang dapat bintang semuanya pangkatnya sudah tinggi, bukan soal pangkat, soal pekerjaan, jasa, hasil untuk bangsa dan negara. B50 ini hasil besar untuk bangsa dan negara dan rakyat," kata Prabowo lagi.
Kepala Negara menegaskan, peluncuran B50 bukan sekadar keberhasilan di bidang teknologi energi, melainkan bukti nyata bahwa Indonesia mampu mengolah kekayaan alamnya sendiri demi kepentingan rakyat.
"Ini adalah tonggak yang sangat penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung adanya keterkaitan simbolis antara tanggal peluncuran B50 dengan perjalanan pengembangan biodiesel nasional.
Ia mengaitkan tahapan pengembangan biodiesel sejak B2,5 pada 2008 hingga B50 pada 2026 yang telah melalui delapan tahap, bertepatan dengan dirinya sebagai Presiden kedelapan Republik Indonesia.
"Tadi saya dapat laporan dari B2,5 tahun 2008 sampai B50 tahun 2026 melalui delapan tahap. Dan tahap B50 adalah tahap kedelapan yang diluncurkan oleh Presiden Kedelapan," ujar Prabowo.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: