"Menyusul pemilu pada 3 November, logam mulia dan pasar valuta asing dapat melihat fluktuasi 'setinggi langit', likuiditas akan sangat rendah, dan risiko pasar akan diperburuk," kata Bank of China dalam sebuah pernyataan di situsnya, seperti dikutip dari
Global Times, Senin (2/11)
Dalam pernyataan terpisah, Bank of Communications mengeluarkan peringatan serupa tentang fluktuasi besar di pasar keuangan global, dan pengetatan likuiditas yang dapat memengaruhi bisnis.
Mengantisipasi hal tersebut kedua Bank berjanji untuk membuat penyesuaian untuk mengatasi potensi risiko, yang oleh para ahli disebut sebagai langkah yang langka.
AS dilaporkan memiliki pemilihan presiden yang kacau, dan persaingan bisa sangat ketat sehingga pertempuran hukum besar bisa terjadi dan hasilnya mungkin tidak diketahui pada Hari Pemilihan.
Mengingat potensi kekacauan, analis keuangan global menyebut pemilu sebagai salah satu risiko terbesar saat ini untuk pasar keuangan. Mereka juga berjanji untuk melakukan penyesuaian sementara di berbagai bisnis untuk mengatasi kemungkinan fluktuasi dan likuiditas yang ketat.
Bank of China mengatakan, antara lain, pihaknya bersiap untuk menurunkan batas transaksi tunggal dalam logam mulia, valuta asing, dan akun lain untuk mengatasi likuiditas yang ketat.
Sementara itu, Bank of Communications mengatakan dapat melakukan penyesuaian atau membatasi transaksi tertentu jika terjadi fluktuasi pasar yang besar dan likuiditas yang ketat. Rincian lebih lanjut tentang penyesuaian potensial akan diumumkan kemudian, kata bank tersebut.
Kedua bank mendesak investor untuk meningkatkan kewaspadaan risiko dan melakukan langkah serta investasi yang wajar dan berhati-hati untuk mengatasi fluktuasi pasar.
BERITA TERKAIT: