Pemerintah perlu menghitung kembali cadangan berbagai bahan kebutuhan pokok, selain meninjau ulang rantai suplai (supply chain) logistik. Juga memastikan bahwa cadangan bahan kebutuhan pokok cukup untuk setidaknya enam bulan.
Demikian disampaikan Ketua Komite Organisasi Internasional Timur Tengah dan OKI Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Irawati Hermawan, dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Rabu, 4/3).
“Kira-kira apakah sudah ada penelitian kapan waktu blind spot ini akan berakhir? Kalau dapat diketahui kapan kira-kira blind spot ini berakhir, kita bisa memenuhi kebutuhan in the long run,†ujar pendiri dan Managing Partner Kantor Hukum Hermawan Juniarto itu.
Menurut hemat Irawati, Indonesia harus mempersiapkan diri untuk tidak tergantung pada komoditas yang selama ini diimpor dari negara lain.
Misalnya untuk komoditas beras. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung ulang cadangan beras nasional. Setelah itu, kalau dirasa kurang, perlu dirancang strategi mencari komoditas pengganti beras.
“Minimal kita harus punya supply untuk minimal enam bulan. Kalau hanya dua sampai tiga bulan itu waktu yang sangat singkat,†katanya.
Irawati yang tengah bersiap mengikuti pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) mengatakan, para ahli dari Unpad bisa berperan dalam situasi seperti ini.
“Dokter-dokter alumni Unpad bisa memberikan pandangan mengenai berapa lama kira-kira blind spot yang akan kita hadapi. Juga ahli-ahli di bidang lain. Potensi yang dimiliki Unpad ini perlu kita rangkul,†demikian Irawati.
BERITA TERKAIT: