"Jakarta akan fokus untuk beli beras lokal. Saya dan Arief (Dirut Food Station Arief Nasrudin) akan langsung terus mengawasi bahwa fokusnya di lokal," jelas Wakil Gubernur Sandiaga Uno, Kamis (18/1).
Menurutnya, klaster pangan bekerja 24 jam melaporkan beberapa komoditas strategis terutama beras, cabai dan bawang.
"Ada kekhawatiran kalau suplai menipis dan juga rantai distribusi yang tersumbat," kata Sandi.
Dia mengatakan, Pemprov DKI berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Bulog untuk meminta tambahan sebanyak 5.000 ton beras untuk operasi pasar dan 5.000 ton untuk komersil.
Dengan demikian, stok yang ada di Food Station sebanyak 30 ribu balik menjadi 40 ribu ton, Untuk mengirimkan pesan ke pasar bahwa Jakarta memiliki stok beras yang cukup.
Lanjut Sandi, operasi pasar yang dilakukan cukup efektif dan bisa menurunkan harga. Dia melihat tuduhan bahwa pedagang menimbun stok beras tidaklah benar, yang ada pedagang hanya kekurangan suplai.
"Makanya kami akan dorong terus. Dan anggapan ada yang nakal itu saya belum menemukan teman-teman di pasar tradisional," jelasnya.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) akan melakukan impor beras sebanyak 500 ribu ton dari Thailand dan Vietnam, sebagaimana tertuang dalam Perpres 48/2016.
[wah]
BERITA TERKAIT: