Keuangan Syariah Diharap Bisa Tumbuh Double Digit

Pangsa Pasar Perbankan Syariah Di Level 5,6 Persen

Kamis, 18 Januari 2018, 11:12 WIB
Keuangan Syariah Diharap Bisa Tumbuh Double Digit
Foto/Net
rmol news logo Para pelaku industri keuangan syariah berharap di tahun ini, pertumbuhan keuangan syariah setidaknya bisa mencapai angka positif atau minimal menembus double digit. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut.

Bagi PT Bank Syariah Mandiri (BSM) misalnya, meski tahun lalu menjadi tahun yang berat bagi perbankan syariah, namun pihaknya mengaku tetap opti­mistis menghadapi tahun 2018.

Direktur Distribution and Ser­vices BSM Edwin Dwidjajanto mencatat, pada Oktober 2017, aset perbankan syariah mencapai Rp 395,9 triliun atau tumbuh sebesar 19 persen dibandingkan posisi Oktober 2016 sebesar Rp 331 triliun dengan market share (pangsa pasar) 5,6 persen. Se­dangkan BSM sendiri memiliki market share pada perbankan syariah sebesar 21 persen.

Untuk saham, sambung Erwin, indeks saham syariah di Desem­ber 2017 mencapai Rp 3.704 triliun dengan pertumbuhan mencapai 16 persen dibanding Desember 2016 sekitar Rp 3.175 triliun. Sementara reksadana syariah di Desember 2017 men­capai Rp 28,3 triliun atau menga­lami kenaikan hingga 89 persen dibanding Desember 2016 men­capai Rp 14,9 triliun dengan market share 6,19 persen.

Sedangkan aset asuransi sya­riah di November 2017 menca­pai Rp 38 trilun atau tumbuh 15 persen dibanding November 2016 sebesar Rp 33 triliun den­gan market share hingga 3,4 persen. "Potensi yang masih besar ini diharapkan bisa dig­arap perbankan syariah pada tahun ini," kata Edwin di acara peluncuran Asuransi Mandiri Elite Plan Syariah (MEPS) di Jakarta, kemarin.

Bagi BSM, sambung Edwin, tahun 2017 dilalui dengan san­gat keras. Meski data lengkap pencapaian kinerja perusahaan di sepanjang 2017 belum bisa diu­mumkan, namun ia optimistis, semua telah dicapai sesuai den­gan rencana bisnis bank (RBB).

Dalam menghadapi 2018 ini, BSM lanjut Edwin, akan tetap menerapkan strategi yang tak jauh berbeda dari tahun lalu. Ia melihat, potensi pertumbuhan pembiayaan pun masih sangat tinggi untuk tumbuh tahun ini. "Dari sisi potensi diharapkan tahun ini lebih tinggi fokus ke ritel ke segmen corporate bisnis artinya strategi masih sama den­gan tahun lalu," ujarnya.

Genjot Asuransi Syariah


Salah satu upaya yang di­lakukan BSM dalam meningkat pertumbuhannya di tahun ini adalah dengan menggandeng sesama anak usaha di bisnis asuransi, terutama dalam meng­garap potensi bisnis asuransi syariah, yakni bersama PT Axa Mandiri dengan meluncurkan Asuransi Mandiri Elite Plan Syariah (MEPS).

Kehadiran MPES ini diharap­kan, bisa mendorong literasi dan inklusi keuangan terh­adap produk dan layanan jasa keuangan syariah di Indone­sia, sehingga nantinya turut berkontribusi pada pertumbu­han keuangan syariah secara nasional.

Pasalnya, hingga saat ini pen­etrasi produk asuransi syariah masih terbatas. Hasil Survei Nasional Literasi dan lnklusi Keuangan tahun 2016 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa literasi asuransi syariah baru 2,5 persen. Artinya, dari 100 orang penduduk, yang sudah mengerti akan asuransi syariah hanya 2-3 orang. ***

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA