Tapi belakangan SBY membatalkan rencana redenominasi itu.
Ekonom senior Rizal Ramli saat bicara di hadapan pemilik media siber Indonesia di Surabaya, Kamis siang (27/7) mengatakan, sepintas redenominasi itu tampak keren. Membuat seakan-akan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing menguat secara signifikan.
"Ini hanya ilusi. Justru mempersulit kelompok masyarakat ekonomi bawah. Bila selama ini ada barang yang harganya di bawah Rp 1.000, dengan redenominasi harga baru jadi lebih mahal. Ini artinya redenominasi akan menyedot daya beli masyarakat bawah," ujar Rizal Ramli.
Menurut Rizal Ramli, lebih baik pemerintah fokus menggerakkan sektor riil, menambah lapangan pekerjaan dan meningkatkan nilai ekspor, ketimbang bikin proyek baru yang nanti tidak akan bisa dipertanggungjawabkan.
"Di era SBY juga mereka mau melakukan hal ini. Saya kritik, dan karena dasarnya hubungan saya baik dengan SBY, dia dengar juga dan membatalkan," demikian Rizal Ramli.
[sam]