Ingat, APBN Nggak Boleh Biayai Proyek Kereta Cepat Lho...

Pinjaman Dari China Diragukan Cair

Kamis, 13 Juli 2017, 09:49 WIB
Ingat, APBN Nggak Boleh Biayai Proyek Kereta Cepat Lho...
Foto/Net
rmol news logo Belum cairnya dana pinjaman proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dari China Develop­ment Bank, mulai menimbulkan spekulasi.

Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio meragukan China akan mencairkan pinjamannya. Karena, dia yakin, Negeri Tirai Bambu tersebut ragu dengan masa depan proyek tersebut. Banyak tahapan terjadi di luar proyeksi semula.

"Harga tanah terkena proyek sudah naik gila-gilaan. Bujet yang dahulu sekitar Rp 78 triliun sudah tidak cukup, mungkin kini sudah membengkak menjadi Rp 100 triliun. Pengembalian modal bisa mencapai 80 tahun, siapa (investor) yang mau?" kata Agus kepada Rakyat Merdeka, belum lama ini.

Selain bujet, Agus melihat, keraguan investor sudah terjadi sejak awal proyek ini digulirkan. Misalnya, laporan study kelaya­kan (feasibility Study/FS), harga tiket hasil revisi tidak dimasuk­kan dalam FS.

"Saya sih nggak yakin dana akan segera cair. China nggak bodoh. Yang saya khawatir, demi mencairkan dana terjadi tukar guling (kompensasi-red) lain," katanya.

Agus menyarankan, pemerintah menghentikan proyek kereta cepat jika memang tidak memungkinkan.

Dia mengungkapkan, saat ini beredar isu, ada pihak yang kasak-kusus inginkan pelaksanaan proyek dibantu dengan Anggaran Pendapatan dan Be­lanja Negara (APBN). Agus mengingatkan langkah tersebut melanggar komitmen.

"Ada pihak yang kabarnya mau mengarahkan ke sana (pakai dana APBN). Itu nggak boleh karena ini bukan termasuk proyek strategis. Juga bukan proyek G to G (Goverment to Government)," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Bintang Perbowo belum lama ini mengklaim tidak ada masalah terkait pencairan dana pinjaman proyek kereta cepat. "Dana tahap pertama akan cair setelah kon­struksi pembangunan berjalan," katanya.

Menurut Bintang, kontruksi kereta cepat sudah dimulai pada Jumat (707). Namun demikian, belum mau menjelaskan secara terperinci terkait lokasi mana saja yang akan dimulai pembangunan konstruksinya.

Bintang mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan sejumlah berkas penunjang sebagai syarat pinjaman.

Secara umum jumlah pinjaman tahap awal konstruksi kereta ce­pat Jakarta-Bandung sebesar 1 miliar dolar AS. Adapun total dana pinjaman secara keseluruhan mencapai 5,998 miliar dolar AS atau membengkak dari rencana awal sekitar 5,130 miliar dolar AS. ***
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA