Hal itu menurutnya sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang ingin
stakeholder terkait saling bekerja sama.
"Pesan Presiden melakukan lebih baik, hindari ego sektoral," papar Menhub dalam rapat kerja bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Basarnas, dan BMKG di ruang rapat Komisi V DPR, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (5/7).
Lebih lanjut Menhub menyampaikan, di sektor penyeberangan laut saat mudik maupun balik, secara keseluruhan sama sekali tidak ada peningkatan berarti jika dibanding tahun sebelumnya.
"Sisi penyebrangan ada peningkatan baik, relatif lancar tidak ada antrian, Bakauheuni relatif lancar dengan terobosan, tiket online," jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik via kereta api, Kemenhub melakukan
over subscribe, meningkatkan
headway dan tentunya diikuti dengan peningkatan signal sepanjang jalur Jakarta hingga Surabaya.
Sementara untuk menghindari terulangnya tragedi Brexit seperti terjadi pada musim mudik lebaran tahun lalu, bersama beberapa kementerian dan lembaga terkait, Menhub Budi mengklaim telah mempersiapkan sarana dan prasarana sedemikian rupa.
"Darat jadi perhatian, Cipali-Cikarang, kita sampaikan dengan baik, PU jalan bangun fungsional, jalan darurat, memperlancar
movement dari Jakarta sampai brexit, 100 kilo jalan tertentu 40 km per jam, mengakomodasi perjalanan masyarakat," tukasnya
.[wid]
BERITA TERKAIT: