Berkebun Di Sini, Kok Catat Sahamnya Di Luar Negeri...

Sambangi BEI, Jokowi Sindir Perusahaan Sawit & Tambang

Rabu, 05 Juli 2017, 09:00 WIB
Berkebun Di Sini, Kok Catat Sahamnya Di Luar Negeri...
Presiden Jokowi/Net
rmol news logo Presiden Jokowi menyindir sejumlah perusahaan besar yang produksi di Tanah Air namun melepas sahamnya di pasar modal luar negeri. Bekas Gubernur DKI Jakarta itu berjanji akan mengajak mereka untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
 
Kemarin, Presiden menyam­bangi gedung BEI. Kunjungan ini dilakukannya sebagai ben­tuk apresiasi terhadap kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengukir rekor level tertinggi. Pada penutupan perdagangan saham Senin (3/7), IHSG naik 1,38 persen atau 80,52 poin ke level 5.910. In­deks saham LQ45 menguat 2,03 persen ke level 997,51.

Dalam kunjungan ini, Jokowi ditemani sejumlah pejabat antara lain Menteri Keuan­gan Sri Mulyani, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dha­kiri, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mulia­man D Hadad, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida, Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi, dan Direktur Utama PT BEI Tito Sulistyo.

Di sini, Jokowi yang mengena­kan batik coklat lengan panjang melakukan dialog dengan pelaku pasar. Jokowi menyampaikan sejumlah hal penting kepada pelaku pasar.

Antara lain, Jokowi berjanji akan mendorong sejumlah peru­sahaan melantai di BEI.

Diungkapkan Jokowi, ada sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di dalam negeri tetapi melepas sahamnya di pasar modal di luar negeri.

"Masa produksinya di sini, berkebun di sini, kok listed-nya (mencatatkan saham) di Singapura, Hong Kong, New York. Enggak gitu dong," sindirnya.

Jokowi mengaku sudah mengantongi nama-nama pe­rusahaan yang mencatatkan sahamnya di luar negeri. Di antaranya ada perusahaan sawit dan tambang. Dirinya akan mengajak mereka melantai di dalam negeri. "Satu per satu akan saya panggil. Nanti saya ajak, sudah ada list-nya, enggak banyak, tapi duitnya gede-gede," katanya.

Jokowi yakin dengan ber­tambahnya emiten di BEI akan memberikan efek positif untuk perekonomian Indonesia.

Selain itu, Jokowi meminta pelaku pasar modal tidak ter­pengaruh masalah politik dan persoalan di luar pasar modal seperti aksi damai 212 dan lain sebagainya.

"Kita masih urusan 212. Masa di sini (di pasar modal) masih masuk ke urusan itu. Masih menggunakan pikiran untuk memikirkan itu. Itu urusan poli­tik. Bapak ibu fokus saja untuk tetap mengejar ketertinggalan yang ada," pintanya.

Seharusnya, lanjut Jokowi, pelaku pasar modal meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. "Saat ini merupakan momentum baik, Indonesia baru mendapatkan predikat layak investasi," lan­jutnya.

Presiden Jokowi memberikan semangat kepada pelaku pasar modal untuk optimistis dengan prospek investasi di Indonesia.

"IHSG kita tembus ke 5.900, meskipun bisa naik bisa tu­run. Artinya apa, pasar menilai negara kita Indonesia memiliki prospek yang bagus untuk in­vestasi, artinya kita mendapat kepercayaan bahwa ekonomi kita dari segi persepsi baik," katanya.

Ada 52 Perusahaan

Kepala Eksekutif Penga­was Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida membenarkan banyak peru­sahaan lokal yang terdaftar di bursa efek luar negeri. Bahkan, aset dari perusahaan-perusahaan tersebut terbilang besar.

Nurhaida mengatakan, pihaknya mencatat sekitar 52 perusahaan yang beroperasi di Indonesia yang terdaftar di bursa efek di luar negeri. Perusahaan-perusahaan itu ter­diri dari perusahaan pertam­bangan dan perkebunan. "Ada beberapa, tidak semua juga ya. Yang besar-besar sekitar 52 perusahaan," katanya.

Nurhaida mengungkapkan, pihaknya akan menindaklanjuti perusahaan tersebut. Dirinya berharap dengan adanya dukungan Presiden mengajak perusahaan tersebut mendaftarkan diri di BEI bisa mem­bantu mengintensifkan upaya OJK. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA