Kemarin, Presiden menyamÂbangi gedung BEI. Kunjungan ini dilakukannya sebagai benÂtuk apresiasi terhadap kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengukir rekor level tertinggi. Pada penutupan perdagangan saham Senin (3/7), IHSG naik 1,38 persen atau 80,52 poin ke level 5.910. InÂdeks saham LQ45 menguat 2,03 persen ke level 997,51.
Dalam kunjungan ini, Jokowi ditemani sejumlah pejabat antara lain Menteri KeuanÂgan Sri Mulyani, Menteri Ketenagakerjaan Hanif DhaÂkiri, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) MuliaÂman D Hadad, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida, Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi, dan Direktur Utama PT BEI Tito Sulistyo.
Di sini, Jokowi yang mengenaÂkan batik coklat lengan panjang melakukan dialog dengan pelaku pasar. Jokowi menyampaikan sejumlah hal penting kepada pelaku pasar.
Antara lain, Jokowi berjanji akan mendorong sejumlah peruÂsahaan melantai di BEI.
Diungkapkan Jokowi, ada sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di dalam negeri tetapi melepas sahamnya di pasar modal di luar negeri.
"Masa produksinya di sini, berkebun di sini, kok listed-nya (mencatatkan saham) di Singapura, Hong Kong, New York. Enggak gitu dong," sindirnya.
Jokowi mengaku sudah mengantongi nama-nama peÂrusahaan yang mencatatkan sahamnya di luar negeri. Di antaranya ada perusahaan sawit dan tambang. Dirinya akan mengajak mereka melantai di dalam negeri. "Satu per satu akan saya panggil. Nanti saya ajak, sudah ada list-nya, enggak banyak, tapi duitnya gede-gede," katanya.
Jokowi yakin dengan berÂtambahnya emiten di BEI akan memberikan efek positif untuk perekonomian Indonesia.
Selain itu, Jokowi meminta pelaku pasar modal tidak terÂpengaruh masalah politik dan persoalan di luar pasar modal seperti aksi damai 212 dan lain sebagainya.
"Kita masih urusan 212. Masa di sini (di pasar modal) masih masuk ke urusan itu. Masih menggunakan pikiran untuk memikirkan itu. Itu urusan poliÂtik. Bapak ibu fokus saja untuk tetap mengejar ketertinggalan yang ada," pintanya.
Seharusnya, lanjut Jokowi, pelaku pasar modal meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. "Saat ini merupakan momentum baik, Indonesia baru mendapatkan predikat layak investasi," lanÂjutnya.
Presiden Jokowi memberikan semangat kepada pelaku pasar modal untuk optimistis dengan prospek investasi di Indonesia.
"IHSG kita tembus ke 5.900, meskipun bisa naik bisa tuÂrun. Artinya apa, pasar menilai negara kita Indonesia memiliki prospek yang bagus untuk inÂvestasi, artinya kita mendapat kepercayaan bahwa ekonomi kita dari segi persepsi baik," katanya.
Ada 52 Perusahaan
Kepala Eksekutif PengaÂwas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida membenarkan banyak peruÂsahaan lokal yang terdaftar di bursa efek luar negeri. Bahkan, aset dari perusahaan-perusahaan tersebut terbilang besar.
Nurhaida mengatakan, pihaknya mencatat sekitar 52 perusahaan yang beroperasi di Indonesia yang terdaftar di bursa efek di luar negeri. Perusahaan-perusahaan itu terÂdiri dari perusahaan pertamÂbangan dan perkebunan. "Ada beberapa, tidak semua juga ya. Yang besar-besar sekitar 52 perusahaan," katanya.
Nurhaida mengungkapkan, pihaknya akan menindaklanjuti perusahaan tersebut. Dirinya berharap dengan adanya dukungan Presiden mengajak perusahaan tersebut mendaftarkan diri di BEI bisa memÂbantu mengintensifkan upaya OJK. ***
BERITA TERKAIT: