Salah seorang warga, Soni Irawan mengaku perjalanan mudik 2017 sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Aku pulang ke Malang jauh lebih cepet di banding tahun kemarin. Kalau kemarin hampir 24 jam sekarang hanya 18 jam," ujar Soni saat dikontak, Minggu (25/6).
Meski ada kemacetan tapi tidak separah tahun kemarin. "Ini atas kesigapan aparatur negara seperti polisi dan Menhub yang bekerja untuk meminimalisir kemacetan parah," ujarnya.
Ketua Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto juga berpendapat senada. "Penanganan seperti ini yang harus dipertahankan," jelasnya terpisah.
SGY, sapaannya, menjelaskan kinerja seperti ini yang perlu diacungi jempol. "Menhub harus diberikan rapor positif dan layak dipertahankan," tandasnya.
Sebelumnya Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya. Perubahan yang cukup signifikan dilakukan di sektor udara.
"Alhamdulillah, pelaksanaan tahun ini lebih baik dari sebelumnya karena kami totalitas. Hal pertama kali kami lakukan memang berkoordinasi dan melibatkan semuastakeholder untuk bekerja maksimal di sektor masing-masing," ujar Menhub Budi.
Menurutnya, baik kepolisian maupun Kementerian PUPR telah melakukan kontrol menyeluruh terhadap jembatan maupun jalan-jalan yang ada sebagai dasar landasan rencana arus mudik Lebaran.
"Beberapa tempat yang signifikan memang kami lakukan pola untuk memastikan keamanan atau safety. Safety itu kami lakukan dengan ramp check semua tempat, di udara, di laut, di kereta api, dan di darat," jelasnya.
[sam]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: