Salah satu usaha yang dilakukan dengan menggandeng perusahaan migas nasional, PT Pertamina (Persero).
Vice President Kemitraan dan Hubungan Pemerintah PetroChina Indonesia, Budi Setiadi mengatakan, langkah ini sekaligus menjadi cara perseroan mengembangkan bisnis di sektor hilir minyak dan gas bumi.
"Ini menjadi komitmen kami untuk memperkuat keberadaan perseroan yang sudah lima belas tahun beroperasi di Indonesia. Prinsipal juga sudah memberikan arahan agar kita diskusi dengan pemangku kepentingan di Indonesia mengenai peluang bisnis ini," kata Budi di Jakarta.
Alasan PetroChina ingin terjun ke sektor hilir migas, menurut dia, sejalan dengan perkembangan perusahaan yang sudah cukup lama beroperasi di Indonesia.
Sementara untuk meningkatan produksi, menurut Budi, PetroChina terus mencari blok migas baru seiring akan berakhirnya kontrak blok Tuban pada 28 Februari 2018.
"Jika ada wilayah kerja yang menarik dan ekonomis, akan dipertimbangkan untuk diakuisisi, katanya.
PetroChina, kata Budi juga sudah melakukan pembicaraan awal dengan Pertamina yang menjadi mitra perseroan di Tuban.
"Bicara secara business to business, apa bisa masuk lagi," kata Budi.
Sekadar info, Wilayah Kerja (WK) blok Tuban Jawa Timur saat ini dimiliki oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Tuban East Java sebesar 50 persen, Petrochina International Java 25 persen dan PT Pertamina Hulu Energi Tuban sebesar 25 persen.[wid]
BERITA TERKAIT: