Produsen Semen Merah Putih ini menggelar program bersih lingkungan dan mendukung pembentukan relawan "Green Lebak" yang menjadi ujung tombak aksi gerakan bersih-bersih kota dan kawasan vital lainnya, serta menjadi teladan kebersihan dan kepedulian pelestarian lingkungan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan kota dan melestarikan lingkungan. Ini juga sumbangsih yang bisa kita lakukan untuk turut menyelamatkan bumi dari dampak pemanasan global," kata Corporate CSR PT Cemindo Gemilang, Sigit Indrayana dalam keterangan resminya kepada redaksi, Senin (3/4).
Berbagai kegiatan yang dilakukan antara lain, bersih-bersih kota Rangkasbitung meliputi Alun-alun, pasar dan kawasan Wisata Kuliner Balong Ranca Lentah.
Kegiatan yang sudah memasuki tahun ke tiga ini juga termasuk aksi bersih-bersih kawasan wisata lokal di Lebak, seperti lokasi pariwisata kebudayaan etnis baduy, kawasan wisata Pantai Manuk dan Pantai Sawarna, Banten Selatan.
"Ini upaya mendukung kebersihan lingkungan dan paru-paru kota. Di sisi lain melalui aksi bersih-bersih kawasan wisata kami berharap dapat menunjang kemajuan pariwisata lokal," sambungnya.
Dengan suasana bersih, menurut dia, akan membuat wisatawan nyaman dan mereka akan balik lagi karena merasa puas. Hal ini bakal meningkatkan kunjungan.
"Dengan banyaknya kunjungan para wisatawan yang datang akan membawa dampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Dan, tidak menutup kemungkinan, wilayah Lebak Selatan akan menjadi salah satu destinasi wisata pilihan wisatawan domestik maupun mancanegara," tuturnya lebih lanjut.
Dalam kegiatan ini, selain civitas akademika STIKIP Setia Bhakti Rangkasbitung dan masyarakat lokal, Semen Merah putih juga menggandeng beberapa pihak, termasuk Muspida dan Muspika setempat. Di antaranya Pemda Lebak, Dinas Lingkungan Hidup Lebak, Radio Multatuli FM, Pemerintah Desa Bayah, Darmasari dan Sawarna.
Aksi peduli lingkungan selama tiga hari, terhitung sejak 30 Maret - 1 April ini meliputi beberapa kegiatan. Dimulai dari bersih-bersih Pasar Bayah dan Pantai Pulau Manuk yang dilakukan pada Jumat, 31 Maret 2017, dilanjutkan seminar bertemakan penguatan kapasitas relawan Green Lebak terhadap pelestarian lingkungan hidup oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Gedung Islamic Center, Kecamatan Bayah. Kemudian, kegiatan membersihkan sepanjang garis Pantai Sawarna.
Setelah itu pengukuhan relawan Green Lebak yang dihadiri oleh para muspika Kecamatan Bayah. Kegiatan kali ini melibatkan para siswa-siswi dari sekolah negeri dan masyarakat sekitar yang berada di Kecamatan Bayah, yakni MAN 1 Bayah, SMKN 1 Bayah, SMAN 1 Bayah, SMPN 1 bayah, dan MTSN 2 Bayah. Relawan Green Lebak sendiri pada awalnya hanya diikuti sekitar 150 relawan. Kini sudah mencapai 230 orang relawan.
"Kami berharap program ini mampu membangun terwujudnya masyarakat yang sadar akan kebersihan di lingkungan sekitarnya dan peduli akan kelestarian lingkungan, demi generasi di masa depan," pungkasnya
.[wid]
BERITA TERKAIT: