RNI Kembangkan Bisnis Ternak Unggas Modern

Rangkul Berdikari

Jumat, 03 Maret 2017, 10:13 WIB
RNI Kembangkan Bisnis Ternak Unggas Modern
Foto/Net
rmol news logo PT Rajawali Nusantara Indo­nesia (RNI) (Persero) meng­gandeng PT Berdikari (Persero) untuk mengembangkan industri peternakan unggas nasional. Kerja sama ini dilakukan anak usaha RNI PT PG Rajawali II dan anak usaha Berdikari, PT Berdikari United Livestock.

Nantinya, RNI dan Berdikari akan menerapkan sistem pe­ternakan yang menggunakan teknologi modern, di mana kandang ternak unggas akan menggunakan teknologi close house.

Direktur Utama PT RNI Didik Prasetyo mengatakan, dengan sistem ini, produk ayam maupun telur yang dihasilkan memiliki standar yang prima, terbebas dari berbagai macam penyakit serta minim polusi.

"Untuk mendukung program penggemukan ayam atau Farm Boiler tersebut, selanjutnya akan dibangun rumah pemotongan ayam otomatis dengan kapasitas 2.000 ekor per jam," ujar Didik di Jakarta.

Ia melanjutkan, pengemban­gan bisnis peternakan tersebut akan terus dilakukan dengan menerapkan pola peternakan terintegrasi dari hulu ke hilir.

Di dalamnya mencakup pengembangan indukan, ayam bakalan, pakan ternak serta pengembangan riset and devel­opment peternakan.

"Tahap pertama sasaran produksi ayam pedaging sebesar 450 ribu ekor per bulan dan telur 12 hingga 14 ton per bulan. Selanjutnya akan dikembang­kan sesuai kebutuhan bisnis," ujarnya.

PT RNI telah menyiapkan lahan stategis seluas 24 hek­tare milik PT PG Rajawali II di Cirebon, Jawa Barat. Untuk memangkas harga daging di tingkat konsumen, komersial­isasi hasil ternak akan dilakukan secara mandiri, di antaranya dengan mensinergikan peter­nakan ayam dan rumah potong hewan (RPH).

"Dalam pemasaran kami akan lakukan optimalisasi aset cool storage yang dimiliki RNI. Sistem pemasaran kita dorong melalui market place pasar­produkbumn.com yang dikelola PT Rajawali Nusindo, anak Perusahaan PT RNI yang berg­erak dalam bidang distribusi dan perdagangan," kata Didik.

Direktur Utama PT Berdikari Eko Taufik Wibowo menam­bahkan, pihaknya sangat serius terhadap pengembangan indus­tri peternakan dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein hewani nasional.

"Kami optimistis sinergi ini dapat berjalan sesuai rencana apalagi ditunjang kompetensi yang dimiliki PT Berdikari dan pengalaman serta sumber daya yang dimiliki PT RNI," ujarnya.

Kerja sama ini juga memasti­kan bahwa BUMN ikut berkon­tribusi bagi terwujudnya pro­gram pemerintah, salah satunya dalam bidang pangan yakni pe­menuhan kecukupan konsumsi protein hewani nasional.

Pasalnya, saat ini tingkat kon­sumsi protein hewani nasional masih berada di bawah standar kecukupan Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2015, rata-rata konsumsi protein hewani penduduk Indonesia 53,91 gram per kapita per tahun, sementara standar kecukupan konsumsi protein berada di angka 57 gram. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA