ISO 14000 adalah standar internasional manajemen lingÂkungan untuk diterapkan dalam organisasi termasuk perusahaan. Upaya yang ditempuh adalah dengan meminimalkan dampak negatif kegiatan produksi terhÂadap lingkungan.
Direktur Utama PT Pos InÂdonesia (Persero) Gilarsi W. Setijono mengatakan, penerapan kebijakan tersebut akan dilakuÂkan secara bertahap karena saat ini masih banyak konsumen yang memerlukan kertas resi secara tertulis.
"Kami akan mengurangi sampah, termasuk untuk kepÂerluan transaksi. Resi-resi yang diterima konsumen bakal diganti tapi konsepnya masih dimatangÂkan. Resi itu kan bisa digital, kita akan upayakan hal itu. Namun, jika memang belum memungkin maka kita akan akali misalnya dengan membuat lembaran kertasÂnya menjadi kecil," ujar Gilarsi.
Dijelaskannya, kertas untuk arsip saat ini memang diperluÂkan PT Pos. Akan tetapi, jika sudah lebih dari 10 tahun, arsip juga bisa menjadi sampah.
"Kedepan, kami akan mencari solusi yang terbaik. Tujuannya untuk mengurangi produksi sampah dari sisa-sisa arsip terseÂbut," katanya.
PT Pos, lanjut Gilarsi juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli pada lingÂkungan. Selain mengurangi produksi sampah, menurut dia, masyarakat juga bisa melakukan daur ulang yang bahkan bisa dijadikan sebagai salah satu sumber penghasilan sampinÂgan. Menurutnya, permasalahan sampah adalah hal besar yang harus ditangani bersama oleh semua produsen sampah.
Data Bank Dunia menyebutÂkan, setiap tahunnya kota-kota di dunia menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton. DiperkiraÂkan, pada tahun 2025 jumlahnya akan bertambah hingga 2,2 miliar ton.
Sumbang 100 PohonSebagai bentuk dukungan perseroan dalam penanganan permasalahan sampah di InÂdonesia, PT Pos memberikan bantuan 100 pohon produktif unÂtuk Pemerintah Kota Bandung. Selain itu, PT Pos memberikan penghargaan kepada pahlawan kebersihan yang terbagabung dalam tim Bandung Resik.
Dilanjutkan Gilarsi, untuk mendukung program pemerÂintah pada tahun 2020 bebas sampah, Pos Indonesia juga terus menggalakkan kepedulian untuk kelestarian lingkungan. Hal tersebut mulai diterapkan kepada para karyawan yang nantinya diharapkan bisa dituÂlarkan juga kepada keluarga dan orang-orang terdekatnya.
"Diperkirakan, pada 2025 jumlah sampah akan terus berÂtambah bahkan hingga 2,2 miliar ton pertahunnya. Untuk itu, pada mpmentum Hari Peduli Sampah Nasional, Pos Indonesia memÂperingatinya dengan melakukan bersih-bersih dibeberapa ruas jalan," ujarnya. ***
BERITA TERKAIT: