Kerja sama yang sudah digelar sejak Januari sebagai bagian dari program MIT Global Entrepreneurship Laboratory (G-LAB). Mehasiswa yang berasal dari berbagai negara dunia itu akan mempelajari pasar ritel dan gaya hidup di Indonesia.
"Kampus dengan ranking terbaik di Amerika itu mengirim mahasiswa (tim) bisa sampai 5 hingga 8 orang ke Indonesia sejak tahun 2014. Mereka menilai Indonesia punya potensi pesat soal digital marketing, perusahaan start-up. E-commerce Indonesia terus mengalami kenaikan dengan didukung daya beli masyarakatnya yang makin baik," kata Director Investor Relation and Corporate Secretary MAP Fetty Kwartati di kantornya, Sahid Management Centre, Sudirman, Jakarta, Kamis (26/1).
Tim tersebut kata Fetty bekerjasama dengan perusahaan yang menjamu mereka untuk menghadapi tantangan bisnis atau business problem dalam berbagai area kritis seperti pertumbuhan strategis, new market entry, harga, pemasaran, benchmarking, pengumpulan dana serta strategi keuangan.
"Mereka banyak berikan rekomendasi yang potensial diterapkan di Indonesia terutama soal costumer service. Salah satunya nanti di departemen store di kota-kota di Indonesia digital services. Jadi nanti orang tidak perlu lagi belanja bawa tentengan banyak. Jadi dia cukup pilih di mesin bajunya terus yang cocok sama sepatu atau celananya. Setelah itu belanjaan langsung terkirim ke rumah," kata Fetty.
Di tempat yang sama, Vice President Director MAPV .P. Sharma mengatakan, kerja sama dengan anak muda berbakat dari berbagai belahan dunia itu akan memberikan kesempatan kepada perusahaannya untuk memperoleh perspektif dan wawasan terbaru mengenai praktik-pratik terbaik (best practices) di sektor ritel global.
"Ditambah Pak Presiden Joko Widodo juga mendukung penuh bisnis e-commerce yang penuh inovasi. Jadi melalui riset mahasiswa tersebut sangat mendukung upaya-upaya kami dalam proses transformasi digital. Kita bisa dengan muda membandingkan pasar ritel di Amerika, Eropa dan negara lain," kata Sharma.
Untuk diketahui, Mitra Adiperkasa Tbk berdiri sejak tahun 1995 dan sejak itu telah tumbuh menjadi perusahaan ritel dan gaya hidup terbesar di Indonesia dengan portofolio merek kelas dunia terdiri dari lebih dari 150 buah merek dengan mengoperasikan lebih dari 2.000 toko ritel di kota-kota besar Indonesia.
Sedangkan MIT Sloan School of Management, berlokasi di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, adalah salah satu pusat inovasi dalam hal teori dan praktek manajemen terbik di dunia. Dengan mahasiswa yang berasal dari 60 lebih negara, kampus ini telah melahirkan pemimpin perekonomian global.
G-LAB adalah satu dari 15 lab Action Learning yang tersedia bagi mahasiswa MIT Sloan. Sejak kelas MIT G-Lab dibuka di tahun 2000, G-Lab telah bekerjasama dengan 428 perusahaan untuk menangani setidaknya 580 proyek di 52 negara. Lebih dari 2.250 mahasiswa telah berpartisipasi di G-Lab sejak awal, sebuah angka yang signifikan mengingat besarnya sekolah bisnis ini. Ketertarikan mahasiswa MIT Sloan akan Asia Tenggara semakin meningkat seiring dengan waktu dan ini mendorong peningkatan permintaan untuk proyek di Indonesia. Dalam kurun waktu 2007 hingga 2014, MIT mengadakan sekitar 1-3 proyek di negara Indoesia dan kami sudah menjalankan 6-8 proyek sejak 2015.
Total proyek G-Lab tahun ini menyentuh 33 proyek, dengan 8 proyek yang berlangsung di Indonesia. Delapan tim ini menangani beraneka proyek yang bersentuhan dengan teknologi finansial (fintech), ritel, ecommerce dan distribusi makanan. Sebanyak 32 mahasiswa yang tergabung dalam tim-tim ini mewakili sekitar 150 mahasiswa MIT Sloan G-Lab yang telah bekerja dengan 25 perusahaan Indonesia sejak 2007. Selama 3 tahun terakhir, Indonesia memiliki jumlah proyek G-Lab terbanyak apabila dibandingkan dengan negara-negara lain dalam portfolio kami dan kami perkirakan bahwa tren ini akan berlanjut.
Permintaan tinggi dari mahasiswa untuk proyek di Indonesia dikarenakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinamis dikarenakan faktor-faktor lingkungan yang telah mendorong kekayaan dan keanekaragaman kewiraswastaan.
[rus]