"Saya yakin masyarakat akan mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia bila mampu mengomunikasikannya dengan baik," ucap Yaqut dalam keterangan persnya, (Senin, 8/1).
Apalagi Semen Rembang merupakan BUMN yang harus diperkuat agar tidak kalah saing dengan perusahaan swasta nasional maupun multinasional. Dengan begitu, BUMN seperti Semen Rembang bakal menjadi tuan rumah di negara sendiri dan unggul di pasar Asia Tenggara.
GP Ansor sebagai organisasi berbasis massa Nahdlyin, kata Yaqut, selain memperhatikan hal tadi, namun juga fokus kepada persoalan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Menyikapi masalah Semen Rembang yang kini marak pro dan kontra kehadirannya, Yaqut meminta agar juga diperhatikan aspek lingkungannya.
"Pemerintah jangan hanya mengejar angka statistik pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita saja karena kita ingin industri di Indonesia menjadi berkelanjutan, ramah lingkungan dan bermanfaat kepada masyarakat sekitarnya," Yaqut menuturkan.
Menurut Yaqut, menjadi sia-sia bila pembangunan dan industri di Indonesia digenjot peningkatannya tetapi kehidupan masyarakat dan lingkungan dirugikan. Yaqut mengimbau agar Indonesia tidak seperti Cina yang meningkatkan industrinya namun sisi lingkungannya buruk sebab tidak dicermati.
GP Ansor, ucap Yaqut, masih menganggap pro dan kontra masyarakat terhadap Semen Rembang kini masih dalam taraf wajar pada sebuah negara dan masyarakat yang sedang berubah menjadi lebih baik.
Yaqut beranggapan, pada polemik Semen Rembang sebagai industri BUMN intinya berada pada penguatan partisipasi masyarakat sekitar wilayah operasi pabrik. GP Ansor meminta, masyarakat dilibatkan dalam pola pembuatan aspek sosial dan lingkungan pembangunan industri semen.
"Perlu masyarakat dilibatkan dalam penguatan partisipatif yang bersifat struktural. Misalnya dengan lebih dulu mendirikan sekolah industri untuk mencetak sumber daya manusia lokal yang berkualitas sehingga bisa terlibat pada operasional industri pabrik semen," ujar Yaqut.
Hal lainnya, kata Yaqut, industri BUMN seperti Semen Rembang juga menunjukkan komitmennya soal pengelolaan CSR ke masyarakat. Pengelolaan CSR perlu keseriusan dan struktural guna mengubah masyarakat yang masih tertinggal.
Terkait masa depan Semen Rembang yang akan diputuskan 17 Januari nanti, Yaqut mengatakan, perlu keseriusan berpikir mempertimbangkan penetapannya. GP Ansor mengimbau pemerintah jujur menyampaikan apapun kebijakan soal Semen Rembang ke masyarakat.
"Saat ini diperlukan keinginan baik, terutama Menteri BUMN, untuk rendah hati berdialog kembali dengan masyarakat RAembang," ucap Yaqut.
Kelayakan beroperasinya Semen Rembang kini sedang di uji oleh tim kecil yang beranggotakan dari Kementerian LHK, Kementerian BUMN, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kantor Staf Presiden. Unjuk rasa masyarakat pro dan kontra pabrik semen itu juga terus marak hingga sekarang.
[zul]