Pengamat ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Dani Setiawan mengatakan, upaya pemerintah untuk bisa menormalkan harga dengan kampanye kecukupan pasokan pangan belum mampu menjaga dan menstabilkan harga di pasaran.
"Saat ini kan pemerintah selalu menyerukan bahwa stok aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumsi masyarakat hingga akhir tahun. Tetapi kenyataannya pasar memiliki mekanismenya sendiri, di mana setiap menjelang hari besar dan akhir tahun lonjakan harga itu pasti terjadi. Ini yang harus diantisipasi oleh pemerintah," jelasnya kepada redaksi, Minggu (20/11).
Menurut Dani, stabilisasi harga pangan tidak akan terwujud bila pemerintah belum mampu menjaga dan mempengaruhi mekanisme pasar.
"Sampai pada saat ini kan pemerintah belum bisa mempengaruhi pasar. Karena pasar memiliki mekanismenya sendiri yang sulit ditembus oleh pemerintah," bebernya.
Dani melihat, yang terjadi pemerintah tidak hanya menyerukan ketersediaan pasokan yang cukup sementara harga di pasar terus mengalami kenaikan signifikan.
"Sekarang kan sudah mulai kelihatan sejumlah komoditas pangan mulai sedikit-sedikit naik," ujarnya.
Untuk itu, diharapkan pemerintah bisa mengeluarkan sebuah kebijakan strategis yang dapat menjamin ketersediaan pasokan pangan. Serta bisa langsung dibuktikan dengan adanya penurunan harga di pasar.
"Harus ada link-nya, pasokan tersedia dan harga di pasar stabil," tegas Dani.
[wah]
BERITA TERKAIT: