Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin sejak World Cities Summit Mayors Forum 2011 selalu hadir sebagai undangan VVIP, dan kali ini didampingi Asisten Sekda Provinsi Sumsel Bidang Ekonomi dan Pembangunan Yohannes H. Toruan serta Kepala Satker Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman Yudiansyah.
WCSMF 2016 dibuka oleh Lawrence Wong, Singapore Minister of National Development, menjelaskan bahwa event kali ini dihadiri oleh sekitar 100 Walikota dari seluruh dunia, di antaranya dari Los Angeles, Mekkah, Kingston Jamaica, San Francisco, Adelaide, Xiamen China, Amsterdam, Incheon, Moscow, Johannesburg, dan Medellin Colombia. Event ini berfokus pada tema Liveable & Sustainable Cities: Innovative Cities of Opportunity. Lawrence Wong mengharapkan melalui event ini para wali kota yang hadir dapat saling berbagi pengalaman keberhasilan, khususnya terkait inovasi penanganan masalah dan pengembangan perkotaan.
Pada sesi pertama WCSMF 2016, para wali kota diundang untuk menyampaikan kisah keberhasilan terkait penanganan masalah permukiman, transportasi, pembangunan ekonomi, dan keberlanjutan. Gubernur Alex berkesempatan menyampaikan pengalamannya dalam mendukung upaya penanganan masalah perkotaan, antara lain dengan menyusun dan menyiapkan readiness criteria, sehingga Sumsel khususnya Palembang selalu tampil dan dinilai siap untuk menerima dukungan APBN pada setiap tahunnya, yang terkonsentrasi di bidang permukiman, transportasi, dan pengembangan sumber daya air. Pembangunan berbasis keberlanjutan di berbagai bidang inilah yang secara langsung berdampak nyata dalam pertumbuhan ekonomi kemasyarakatan.
Selanjutnya, di sesi kedua, kembali Gubernur Alex berbicara terkait strategi inovasi dalam pengembangan wilayah perkotaan, dalam hal ini Palembang yang didasarkan pada pembangunan Jakabaring Sports City, yang saat ini telah tumbuh dan berkembang menjadi komplek olah raga terpadu, terlengkap, dan terbaik di Indonesia. Pembangunan JSC ini membawa Sumsel dipercaya mengemban tugas besar internasional sebagai tuan rumah Asian Games 2018 bersama dengan Jakarta.
Strategi ini terbukti ampuh karena berhasil menarik dukungan APBN bahkan hibah luar negeri hingga puluhan triliun rupiah untuk membangun jembatan dan flyover/underpass dalam kota, jalan tol, infrastruktur dasar permukiman (pengembangan Instalasi Pengolahan Air Minum dan Tempat Pengolahan Akhir Sampah, serta pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Terpadu), serta sistem Light Rail Transit. Pembangunan di berbagai sektor ini bukan hanya diyakini, tapi telah terbukti mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Palembang.
Sasaran strategis berikutnya, sebagaimana disampaikan Gubernur Alex adalah pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api (KEKTAA) yang akan berperan sebagai wilayah terpadu untuk outlet komoditas dari 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumsel dan juga sebagai kawasan industri yang akan mengolah komoditas tersebut, sehingga memiliki nilai tambah sebagai komoditas ekspor. KEKTAA dibangun dengan infrastruktur terpadu terkait transportasi seperti rel kereta api dan pelabuhan samudera internasional, permukiman antara lain instalasi pengolahan air minum dan air limbah, serta tempat pengolahan akhir sampah, dan pengembangan sumber daya air atau instalasi air baku. Pembangunan inilah yang dipercaya akan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumsel.
Di sela kesibukannya mengikuti tahap demi tahap ajang World Cities Summit 2016, Gubernur Alex menyempatkan diri kembali ke Palembang untuk melaksanakan halal bihalal bersama seluruh pegawai Pemprov Sumsel pada Senin besok (11/7). Sehari berikutnya, Gubernur Alex akan kembali ke Singapura untuk kembali bergabung bersama para wali kota dari seluruh dunia mengikuti room to room conference marathon dengan berbagai perusahaan dunia, diantaranya Hewlett-Packard, Microsoft, dan Shell.
[wah]
BERITA TERKAIT: