Kali ini, ekspor dilakukan serentak ke tiga negara, Senegal, Korea Selatan dan Tiongkok.
"Kamis besok kita ekspor produk bambu berupa furnitur dan handicraft ke Senegal, Korea (Selatan) dan China (Tiongkok)," ujar Direktur Utama LLP-KUKM, Ahmad Zabadi kepada wartawan, Rabu (29/6).
Dia menjelaskan, bambu tersebut adalah hasil produksi Shaniqua Bamboo, UKM binaan LLP-Smesco di Rangkasbitung, Banten.
Seperti apa keunggulan bambu asal Banten tersebut?Menurut Zabadi, produk furnitur dari bambu tersebut merupakan hasil handmade alias kerajinan tangan.
"Jadi bukan karena mass product. Sehingga, produk furnitur bambu kita lebih elegan dan berkualitas dibanding produk sejenis dari negara lain yang hasil pabrikan," paparnya.
Sebelumnya, kata Zabadi, ekspor bambu dari UKM binaan yang sama telah lebih dahulu dipasarkan ke Jerman, Januari lalu.
Hal itu, merupakan langkah positif untuk masuk ke pasar Eropa dan dunia.
"Ini entry point produk UKM masuk ke pasar Eropa dan dunia. Januari lalu, kiya ekspor bambu juga ke Jerman," tutur Zabadi.
Selain bambu, pihak LLP-Smesco juga mengekspor biji kopi (green bean) arabika asal Mandailing Medan dan Aceh Gayo dan keripik dari berbagai produk UKM asal Malang, Jawa Timur.
Ketiga produk tersebut akan diekspor masing-masing satu kontener uluran 40 feet.
"Kalau kopi dan keripik sampelnya dulu. Nanti setelah lebaran (Idul Fitri) baru diekspor satu kontener," pungkasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: