Kadin Berharap Pemerintah Segera Benahi Jalur Distribusi Sembako

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 02 Juni 2016, 20:26 WIB
Kadin Berharap Pemerintah Segera Benahi Jalur Distribusi Sembako
ilustrasi
rmol news logo Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap pemerintah secepatnya membenahi  jalur distribusi sembilan bahan pokok (Sembako), mulai dari  hulu hingga ke hilir untuk menjamin ketersediaan pasokan serta stabilitas harga pangan menjelang Bulan Ramadhan.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengolahan Makanan  dan Industri Peternakan Juan Permata Adoe saat menjadi salah satu pembicara pada diskusi Diskusi Panel bertema Kesiapan Bahan Pokok Menjelang Hari Raya” di Jakarta, Kamis (2/6).

Pembicara lainnya adalah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI Gardjita Budi,  Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo, dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat IKAPPI Abdullah Mansuri.

"Jalur distribusi pangan perlu dibenahi untuk mencegah terjadinya lonjakan harga menjelang Hari Raya Lebaran, pada Juli mendatang. Jika jalur distribusi lancar, saya yakin harga dan ketersediaan Sembako dapat terjaga selama bulan Ramadhan hingga Lebaran," kata Juan.

Dia mengatakan saat ini pemerintah bersama kalangan dunia usaha terus melakukan langkah-langkah antisipatif untuk mejaga agar tidak terjadi lonjakan harga bahan pokok, seperti minyak goreng, daging ayam, dan daging sapi.

Selain itu, lanjutnya, pasokan ayam potong ada sekitar 250 ribu  ton dengan kebutuhan konsumsi sebesar 112 ribu. Harga ayam potong di pasar adalah Rp 35.000 ribu/kg dan  minyak goreng Rp 10.000/liter.

"Harga daging sapi mulai dapat ditekan hingga  pada kisaran Rp 80-Rp 85 ribu/kg. Harga bawang merah  yang terus melonjak, hingga berada pada kisaran Rp 42 ribu hingga Rp 43 ribu/kg. Kadin akan membantu pemerintah jika diperlukan Operasi Pasar," kata dia.

Di sisi lain, Juan menyatakan, Program Tol Laut yang diusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi salah satu cara  efektif untuk menurunkan harga sembako, khususnya di wilayah remote area. Apalagi, disparitas harga sembako  di Indonesia Timur dan Indonesia Barat terlalu jauh.

Presiden Jokowi juga telah memerintahkan jajaran menteri Kabinet Kerja untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok agar tidak merangkak naik.

Presiden menyatakan pengendalian harga bahan kebutuhan pokok tidak hanya fokus pada stabilitas. Tetapi sekaligus disertai langkah-langkah pengendalian dengan menurunkan harga sembako hingga pada batasan yang wajar. [zul]

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA