Menurut Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli akibat dari kebijakan tol laut ini, Indonesia membutuhkan banyak kapal untuk mengangkut barang melewati jalur tol laut yang sudah ditetapkan. Karenanya, dia meminta Kementerian Perhubungan dan PT Pelni untuk melakukan kajian atau studi yang serius untuk mengubah paradigma pengangkutan melalui kapal.
Selama ini, PT Pelni hanya mengurusi penumpang ketika masa mudik lebaran. Jika musim mudik tiba, terutama di Indonesia Timur akan banyak sekali penumpang yang menumpang kapal milik Pelni. Namun saat ini, masyarakat lebih banyak memilih moda transportasi udara yang tarifnya sudah mulai ekonomis dan kompetitif sehingga kapal Pelni sepi penumpang. Perubahan paradigma yang dimaksudkan oleh Menko Rizal adalah agar kapal Pelni didesain untuk mendukung tol laut dari segi aspek kegunaan.
"Kita minta Kemenhub, Pelni, untuk melakukan studi yang benar adanya perubahan pengangkutan,†kata Rizal di kantornya, Senin, (30/5).
Rizal meminta, Kemenhub dan Pelni mendesain kapal yang tidak terlalu besar, cukup untuk mengangkut 1.000 penumpang, namun memiliki banyak fungsi. Diataranya, bisa dipergunakan untuk memgangkut container, storage, tapi juga bisa kembali dipergunakan sebagai kapal penumpang.
Selain itu Menko Rizal juga meminta, agar kapal memiliki dua teknologi bahan bakar, yakni marine fuel atau menggunakan gas.
"Jadi kapal yang kita desain tidak terlalu besar, dan multifungsi dan multipurpose, supaya lebih efesien,†kata Rizal lagi.
Penyediaan kapal-kapal perintis untuk mengangkut barang dan penumpang ini sendiri didukung melalui pendanaan dari Kementerian Keuangan yang memang telah mengalokasikan anggaran sebesar 1,16 Triliun, melingkupi semua hal yang dibutuhkan untuk mendukung program tol laut.
[sam]
BERITA TERKAIT: