"Program meubelair ini tidak serta merta kami membelikan kursi dan meja sekolah dari luar kemudian dibagikan kepada sekolah di sekitar pabrik, tapi kami memanfaatkan dan mengolah kayu bekas yang tidak terpakai dari pabrik dengan memberdayakan masyarakat lokal sebagai pengrajin meubel kursi dan meja sekolah," ungkap Kepala CSR IKPP Serang, Dani Kusumah di sela penyerahan bantuan di SDN Jeruk Tipis 3 dan 1, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang yang dihadiri Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah beserta unsur Muspida dan Muspika terkait.
Program yang telah dijalankan sejak tahun 2012 sampai dengan 2015 telah menyalurkan lebih dari 960 set bagi 25 SD, di mana satu set terdiri dari satu meja dan dua kursi. Sedangkan untuk tahun 2016 akan menyalurkan 380 set.
"Satu set meubel, jika kita beli jadi diluar harganya sekitar Rp. 700 ribu, sementara dengan adanya program ini, untuk jumlah yang sama, biaya produksinya berkisar Rp 250 ribu, dengan kualitas kayu yang lebih baik," papar Dani.
Dani menambahkan, program yang digagas IKPP Serang ini selain memberi manfaat kepada sekolah penerima dan pengrajin meubel, juga bernilai tambah bagi perusahaan. Pasalnya bahan utama dari berasal dari kayu peti kemas (pallet) yang tidak terpakai.
"Walaupun kayu bekas peti kemas, karena menggunakan jati belanda, kualitasnya cukup baik. Dengan begitu, kami berharap set (meja dan kursi) meubel yang kami sumbangkan dapat bertahan lama," terang Dani.
Sementara itu Direktur IKPP Serang, Heppy Moiras mengatakan, program CSR meubelair yang berbasis pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dirancang sebagai pengabdian pihaknya di bidang pendidikan, dari sisi pemenuhan kebutuhan sarana pendidikan.
"Agar program ini berkelanjutan dan tetap berkualitas, kami juga memasukkannya sebagai
Key Performance Indicator (KPI) unit kerja terkait," kata Heppy melalui siaran pers.
[wid]
BERITA TERKAIT: