Bali dipilih karena merupakan salah kota di Indonesia yang kental dengan ritual keagamaan dan budayanya. Salah satu kegiatan ritual yang dilakukan masyarakat (Hindu) Bali berupa pembuatan sarana persembahyangan (Banten).
Sebagai produk kudapan asli Indonesia, Garuda Ting Ting ikut mengedukasi pemanfaatan kembali plastik kemasan produk untuk dikelola secara efektif sehingga menghasilkan barang berguna dan bernilai ekonomis. Salah satunya dengan membuat Tamiang.
Rangkaian program ini telah disosialiasikan dan dilaksanakan sejak Februari hingga April 2016 di Desa/Banjar Pakraman, Kabupaten Tabanan dan Badung Bali yang diketuai oleh Selly D. Mantra selaku ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar sekaligus Ibu (istri) Walikota Denpasar.
Puncak dari rangkaian acara berlangsung di Wantilan Bali TV pada Sabtu (17/4) lalu yang dibuka oleh Ibu Walikota Denpasar didampingi oleh Ketua Wanita Hindu Dharma, Bintang Puspayoga (istri Menteri Koperasi & UMKM) dan Regional Head Garuda Food Group, Arif Pujianto.
Acara ini menghadirkan 43 kelompok dari komunitas ibu-ibu PKK se-Kota Denpasar. Masing-masing kelompok terdiri dari tiga orang yang berkompetisi membuat kreasi tamiang.
"Kegiatan ini merupakan suatu hal yang positif untuk mengembangkan kreativitas masyarakat Bali, khususnya ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas PKK se-kota Denpasar. Selain itu kegiatan ini juga turut mendukung semua program pemerintah seperti penanganan sampah," ujar Arif Pujianto dalam rilis.
Program ini diharapkan mampu mengembangkan kreativitas ibu-ibu PKK di wilayah-wilayah Bali untuk membuat beragam kreativitas. Tidak hanya membuat tamiang, namun sebagai salah satu kegiatan wirausaha dengan membuat produk kreativitas lainnya dari sampah plastik kemasan menjadi sebuah produk bernilai ekonomis.
[wid]
BERITA TERKAIT: