Ekonom senior Kenta Institute, Eric Sugandi mengatakan posisi Menteri Keuangan saat ini adalah posisi kunci yang tidak perlu untuk diutak-atik. Menurut dia, Menkeu Bambang Brodjonegoro sudah berusaha melakukan kebijakan fiskal secara terarah dan efektif, sehingga ekonomi mampu rebound mulai kuartal III-2015. Meskipun pada awal-awal masa jabatannya, ada beberapa target yang belum tercapai.
"Dia itu posisi kunci. Jadi jangan diutak-atik kalau tidak perlu diutak atik. Sejauh ini juga Menkeu sudah menjalankan kebijakan fiskal yang bagus dan terarah meskipun di awal-awal mungkin sempat kaget karena penerimaan tidak tercapai dan tidak realistis kemudian direvisi," kata Eric di Jakarta, Kamis (7/4).
Memang diakui Eric, pada awal-awal masa jabatan Menkeu Bambang penyerapan anggaran kurang terselenggara dengan baik. Namun itu bukan sepenuhnya kesalahannya mengingat serapan anggaran lintas kementerian.
Bila dikaitkan dengan Nawacita, lanjut Eric, itu merupakan tanggung jawab kolektif pemerintahan. "Karena policy yang dilakukan Menkeu yang dibuat dia, sejalan dengan apa yang diinginkan oleh kabinet. Buktinya kita bisa lihat, untuk pertumbuhan ekonomi kuartal IV sudah rebound kemudian nanti di kuartal 1 2016 ini saya perkirakan akan membaik juga," kata dia.
Senada dengan Eric, ekonom dari Universitas Indonesia, Telisa Aulia Falianty mengatakan kondisi fiskal Indonesia terlalu luas untuk dikatakan bertentangan dengan Nawacita yang sudah diamanahkan Presiden Jokowi. Dia juga menggarisbawahi bahwa terkadang kesalahan menteri Kabinet Kerja memang dicari menjelang reshuffle.
"Kita harus bisa memilih-milih, mana informasi yang benar mana yang tidak. Padahal juga kan sudah mengamanahkan kepada menterinya untuk menerapkan nawacita. Meskipun penerapannya tidak bisa 100 persen. Karena kan berat-berat kan realisasinya," ujar Telisa.
Sejauh ini, Telisa menilai kebijakan fiskal yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan sudah on the right track. Meskipun dalam Nawacita sendiri belum semuanya terpenuhi lantaran memang kondisi domestik yang tidak terlalu mendukung. Seperti misalnya kemandirian keuangan yang ada dalam konsep Nawacita.
[rus]
BERITA TERKAIT: