BNI Kucurkan KUR Senilai Rp 356 Miliar Di Yogyakarta Dan Jateng

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 19 Maret 2016, 22:03 WIB
BNI Kucurkan KUR Senilai Rp 356 Miliar Di Yogyakarta Dan Jateng
rmol news logo Bank Negara Indonesia (BNI) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menyentuh 1.602 debitur dengan nilai maksimal kredit Rp 355,6 miliar. Kucuran KUR sampai dengan 16 Maret 2016  di kawasan tersebut tergolong yang paling cepat dibandingkan wilayah-wilayah kerja BNI lainnya di Indonesia.

Tidak berhenti disitu, BNI juga menyalurkan KUR dan Bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) secara simbolis di Kampus Terpadu Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta.

"Pemberdayaan perempuan melalui penyaluran KUR tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memenuhi agenda pembangunan yang digariskan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melalui SDGs, yaitu penghapusan kemiskinan, memajukan kesehatan, dan pendidikan. Indonesia memiliki pekerjaan rumah yang harus dituntaskan, antara lain kemiskinan dan diskriminasi perempuan," kata Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni di sela-sela Dialog Bersama Menteri BUMN RI dengan Tema: Peran BUMN dalam Mendorong Pencapaian Target Sustainability Development Goals (SDGs) 2016 - 2030 di Yogyakarta, kemarin.

Pada kesempatan ini, semangat yang diusung Bank-bank BUMN dalam penyaluran KUR adalah pemberdayaan ekonomi perempuan. Oleh karena itu, debitur KUR yang secara simbolis mendapatkan fasilitas KUR masing-masing bank adalah perempuan pemilik usaha berskala kecil, yaitu Sumiyati, Setia Rini, Rusni Wakhidah, Lilis Sumartini, Retno Dyah, dan Warnati dengan total fasilitas KUR senilai senilai Rp 235 juta.

Sementara penyaluran KUR BRI Kantor Wilayah Yogyakarta Rp 2,53 triliun dengan total debitur 117.491 hingga 15 Maret 2016. Sedangkan penyaluran KUR Bank Mandiri khusus untuk Daerah Istimewa Yogyakarta hingga saat ini mencapai Rp 141,4 M dengan total debitur 3.450 debitur selama periode 2015-2016.

Pada kesempatan yang sama, BNI menyalurkan bantuan CSR berbentuk sarana dan prasarana Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin (BPRB) yang dikelola Pemimpin Pusat Aisyiyah. Sarana dan prasarana tersebut akan didistribusikan ke BPRB Aisyiah di berbagai daerah tertinggal di Indonesia senilai Rp 500 juta.

BRI juga menyalurkan CSR senilai Rp 500 juta untuk Bina Usaha Ekonomi Keluarga PP Aisyiah senilai Rp 500 juta. Selain itu, Mandiri ikut serta menyalurkan CSR senilai Rp 500 juta untuk bantuan Sarana dan Prasarana Pendidikan Universitas Aisyiah Yogyakarta. [zul]

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA