Mantapkan Posisi dalam Industri Pertahanan Global

PT PAL Kebut Pembangunan Kapal Landing Dock Pesanan AL Filipina

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Senin, 22 Juni 2026, 04:59 WIB
PT PAL Kebut Pembangunan Kapal Landing Dock Pesanan AL Filipina
Progres pembangunan kapal Landing Dock Philippines. (Foto: Dokumentasi PT PAL)
rmol news logo PT PAL Indonesia bersiap meluncurkan Landing Dock (LD) Philippines #1 sepanjang 124 meter pada akhir Juni 2026. 

Kapal ini merupakan unit pertama dari kontrak dua kapal Landing Dock generasi lanjutan untuk Angkatan Laut Filipina.

Direktur Utama PT PAL, Kaharuddin Djenod, menyatakan percepatan pembangunan kapal mencerminkan kesiapan fasilitas produksi, efektivitas rantai pasok, dan kompetensi SDM perusahaan. 

“Akselerasi luar biasa ini menjadi bukti nyata dari kapabilitas dan integritas tinggi yang melekat di insan PAL. Di tengah target timeline yang ketat, semangat united ditunjukkan oleh seluruh tim engineering, produksi, hingga manajemen, yang bekerja bahu-membahu demi memastikan mahakarya alutsista ini dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat mutu,” ujar Kaharuddin dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 21 Juni 2026.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari transformasi menyeluruh yang dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Penguatan fundamental keuangan, modernisasi fasilitas produksi, percepatan docktime, serta integrasi sistem digital telah mendorong perubahan budaya kerja yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada produktivitas.

Dampak transformasi tersebut tercermin pada proses pembangunan LD Philippines #1 yang menunjukkan capaian impresif dan berhasil memangkas dock time hanya dalam waktu enam bulan. 

Pencapaian ini lebih efisien dibandingkan pembangunan dua kapal pendahulunya, yakni Strategic Sealift Vessel (SSV) BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602).

Kaharuddin menambahkan, pembangunan LD Philippines #1 memiliki makna strategis bagi penguatan kerja sama pertahanan Indonesia dan Filipina. 

“Terlebih, proyek ini merupakan kontrak lanjutan (repeat order), yang menjadi indikator nyata kepuasan pengguna terhadap kualitas produk, ketepatan pengiriman, dan dukungan layanan yang diberikan PT PAL”  jelasnya.

Kepercayaan tersebut tidak terlepas dari rekam jejak keberhasilan PT PAL dalam membangun dan menyerahkan dua unit kapal Landing Platform Dock sebelumnya, BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602), yang hingga kini menjadi tulang punggung armada angkut strategis Philippine Navy. Hal ini mempertegas posisi PT PAL dalam persaingan industri pertahanan global.

Memasuki tahap peluncuran, pembangunan LD Philippines #1 telah mencapai salah satu tonggak penting dalam siklus produksi kapal. Peluncuran ini menandai selesainya fase konstruksi utama platform kapal sekaligus mengonfirmasi kesiapan kapal untuk memasuki tahapan berikutnya. 

Setelah diluncurkan, kapal akan menjalani serangkaian pekerjaan lanjutan, termasuk penyelesaian sistem dan integrasi peralatan, sebelum memasuki fase pengujian performa di laut (sea trial).

Proyek ini juga menjadi bukti kepercayaan berkelanjutan Filipina terhadap kualitas produk PT PAL, setelah sebelumnya sukses membangun dan menyerahkan kapal BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602).

Proyek ini sekaligus memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia–Filipina dan posisi PT PAL di pasar ekspor alutsista global. rmol news logo article


FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA