"Karena pertimbangannya, mestinya tidak hanya didasarkan pada pertimbangan aspek tekno ekonomi. Tapi juga ada aspek lain yakni sosial politik, lapangan kerja, strategis hankam, kemudian juga ada aspek geopolitik," katanya saat ditemui di komplek parlemen, Jakarta, Rabu (2/3).
Menurutnya, dari berbagai pertimbangan tersebut maka pemerintah sebaiknya memilih pembangunan kilang Blok Masela secara onshore atau di darat ketimbang offshore atau di lepas pantai.
Hal itu, lanjutnya, karena dalam segi sosial budaya ada aspek pengembangan wilayah. Sehingga, lapangan kerja yang diperoleh masyarakat sekitar yang akan berujung pada peningkatan ekonomi.
"Nah, kalau sudah seperti itu rasanya memang harus di darat. Tidak mungkin di laut," tegas Marwan yang juga Direktur Indonesia Resources Studies (Iress).
[wah]
BERITA TERKAIT: