Pertamina Optimalisasi Pemanfaatan Gas Domestik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 01 Maret 2016, 00:35 WIB
Pertamina Optimalisasi Pemanfaatan Gas Domestik
net
rmol news logo PT Pertamina (Persero) mendapat penugasan untuk membangun infrastruktur Bahan Bakar Minyak, Liquid Petroleum Gas, dan gas bumi. Guna mendukung pemerataan energi di seluruh Indonesia dengan total anggaran sekitar Rp 2,05 triliun.

Vice President Corporate Communcation Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada Pertamina akan semakin memperkuat posisi perusahaan sebagai national rnergy company yang menjalankan usaha secara terintegrasi dari hulu ke hilir migas.

Menurutnya, terdapat 15 titik terminal BBM yang tersebar di wilayah Indonesia timur dengan anggaran Rp 212 miliar dan total kapasitas 72.000 kiloliter (KL), tiga titik depot pengisian LPG di Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua senilai Rp 870 miliar berkapasitas total 6.000 megaton (MT), dan konversi BBM ke bahan bakar gas untuk 5.000 nelayan dengan anggaran Rp 71,25 miliar.

Selain itu, pemerintah juga memberi kepercayaan kepada Pertamina untuk mengembangkan infrastruktur gas bumi.
Proyek meliputi pembangunan LNG mini yang tahun ini memasuki fase
engineering dengan pendanaan sebesar Rp 42,8 miliar, pipa gas bumi di Jakarta dan Bekasi sebesar Rp 120 miliar, jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Prabumulih, Cilegon, dan Balikpapan senilai Rp 605 miliar, pendistribusian konverter kit untuk transportasi senilai Rp 31 miliar, serta pembangunan SPBG di Bekasi dan Prabumulih dengan nilai Rp 95 miliar.

"Pertamina berterima kasih atas kepercayaan untuk pengelolaan infrastruktur BBM, LPG, dan gas bumi yang didanai APBN dan proyek pembangunannya dilaksanakan oleh BUMN yang ditunjuk pemerintah. Apabila infrastruktur ini tuntas dibangun akan melahirkan efisiensi pendistribusian energi, khususnya di wilayah Indonesia timur yang selama ini pasokan energinya masih bergantung pada wilayah lain," terang Wianda kepada redaksi, Senin (29/2).

Dia menambahkan, untuk jaringan gas bumi bagi rumah tangga, Pertamina melalui Pertagas Niaga yang merupakan anak usaha PT Pertamina Gas telah mengoperasikan jaringan gas kota di Kota Jambi, Sengkang, Prabumulih, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah pengguna 21.000 sambungan rumah tangga.

Sesuai penugasan pemerintah, pada tahun ini Pertamina menargetkan akan mengalirkan gas di beberapa kota. Meliputi Kabupaten Sidoarjo tahap kedua, Ogan Ilir, Subang, Bontang, dan Lhokseumawe.

Penambahan di Prabumulih, Balikpapan, dan Cilegon, dengan jumlah total sekitar 40.000 SR. Jika pengoperasian gas kota telah berjalan seluruhnya maka jumlah sambungan gas rumah tangga yang dikelola Pertamina akan mencapai 102.000 SR.

Menurut Wianda, Pertamina juga secara korporasi akan membangun infrastruktur untuk penguatan ketahanan energi nasional. Beberapa proyek yang sedang berjalan seperti Proyek Langit Biru Cilacap, Optimalisasi TPPI dan RFCC Cilacap, inisiasi RDMP untuk Cilacap dan Balikpapan, penuntasan proyek TBBM Sambu, terminal LPG Pressurized Sumatera Barat dan Bali berkapasitas total6.000 MT, terminal LPG Refrigerated Jawa Barat dan Arun dengan kapasitas total 176.000 MT. Serta dua proyek baru terminal LPG Refrigerated Kalimantan Timur dan Jawa Timur dengan kapasitas total 188.000 MT.

Adapun, untuk infrastruktur gas bumi, Pertamina fokus menuntaskan proyek besar seperti pipa transmisi Gresik-Semarang, Porong-Grati, Muara Karang-Tegal Gede, Belawan-KIM-KEK dengan total panjang sekitar 500 kilometer.

"Penambahan pipa transmisi gas oleh Pertamina melalui anak perusahaan Pertamina Gas diharapkan dapat mendukung target-target pemerintah dalam upaya optimalisasi pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik," jelasnya. [wah]

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA