Asa emas inilah yang sedang dirajut dalam gelaran Pertamina Mandalika Racing Series (Pertamina MRS) 2026 Round 2 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Minggu, 21 Juni 2026. Ajang ini menjadi panggung bagi pembalap muda dari berbagai pelosok negeri untuk unjuk gigi.
Kisah haru sekaligus membanggakan datang dari Fadhil Musyafi (16), pembalap besutan tim Yamaha Pikoli Global Ondolomon DRS. Demi mengejar mimpi, remaja asal Papua Barat ini nekat merantau ke Jakarta sejak 2022 dan rela hidup terpisah dari orang tuanya.
“Bisa mengikuti event skala nasional dan menjajal aspal Sirkuit Mandalika adalah mimpi saya sebagai anak daerah. Saya sangat bersyukur bisa sampai di tahap ini. Terima kasih Pertamina,” ungkap Fadhil.
Tak kalah mentereng, pembalap lokal asli Mataram, Arai Agaska Dibani Laksana (18), juga ikut memanaskan persaingan. Pembalap tim Yamaha Nitiracing Pikoli DRS ini sudah akrab dengan dunia balap sejak usia 6 tahun dan sempat mencicipi podium di ajang internasional World SportBike (WorldSBK).
Tampil di kandang sendiri membuat motivasi Arai berlipat ganda. Menurutnya, atmosfer sirkuit internasional seperti Mandalika sangat ampuh mendongkrak mental bertanding pembalap lokal.
“Semoga dengan adanya Pertamina MRS ini, balap motor sport di Indonesia semakin maju dan melahirkan lebih banyak bibit pembalap dunia,” harap Arai.
Sisi menarik lain juga datang dari pembalap cilik berusia 11 tahun, Muhammad Zendjebil Mulfi. Pembalap junior dari Honda YSS Makkuraga BKJU 43 Racing School ini mengaku girang bukan main karena bisa mencicipi sirkuit yang sama dengan para pembalap dunia.
"Event-nya seru banget. Senang bisa main di sirkuit ini sekaligus berkompetisi dengan pembalap lain yang lebih senior," cetus bocah yang akrab disapa Zendjebil itu.
Melihat antusiasme luar biasa dari para talenta muda ini, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menegaskan bahwa kerinduan melihat pembalap Indonesia berkibar di kancah global adalah impian seluruh masyarakat.
"Saya yakin banyak masyarakat Indonesia berharap ada pembalap kita yang mampu bersaing di tingkat internasional. Bukan hanya membawa nama tim, tapi membawa nama negara dan menjadi kebanggaan Indonesia," kata Baron.
Baron menggaransi, Pertamina akan terus konsisten mengawal ekosistem motorsport nasional demi menjaring bibit unggul lewat kompetisi yang sehat dan berjenjang.
"Proses menjadi pembalap kelas dunia memang tidak instan, butuh tahapan lomba untuk terus mengasah kemampuan mereka. Lewat Pertamina Mandalika Racing Series, kami ingin menjadi bagian aktif melahirkan pembalap berkelas dunia," tutup Baron.
BERITA TERKAIT: