Kepala BKPM Franky Sibarani menjelaskan, potensi outward investment negara-negara tersebut cukup besar, ditambah realisasi investasi di Indonesia masih kecil sehingga peluangnya lebih terbuka.
Berdasarkan data FDI Markets, sepanjang 2010-2015, tujuh negara tersebut termasuk dalam 20 negara sumber investasi terbesar di dunia. Sementara, dalam catatan BKPM hanya Inggris dan Belanda yang sudah masuk dalam 15 negara sumber investasi terbesar.
"Itu pun porsinya belum terlalu besar jika dibandingkan dengan potensi yang ada," ujar Franky di Jakarta, Minggu (28/2).
Menurutnya, apabila ditotal, potensi investasi dari tujuh negara tersebut diperkirakan mencapai USD 1,07 triliun.
"Ini yang akan dibidik oleh kantor perwakilan BKPM yang di London. Bekerja sama dengan perwakilan RI dan tim Marketing Officer BKPM wilayah Eropa," jelas Franky.
Dibanding data realisasi yang dimiliki BKPM selama periode 2010-2014, nilai investasi yang masuk ke Indonesia dari 15 negara Eropa termasuk Inggris hanya berkisar USD 11,9 miliar.
Untuk tahun 2015 hanya Belanda dan Inggris yang masuk daftar 10 besar. Belanda menduduki peringkat empat dengan nilai investasi mencapai USD 1,3 miliar terdiri dari 421 proyek, kemudian Inggris di peringkat 10 dengan nilai investasi USD 503 juta terdiri dari 267 proyek.
[wah]
BERITA TERKAIT: