Ketua Federasi Serikat Pekerja Pertamina Eko Wahyu Laksmono mengatakan di usia yang ke 58 tahun ini mestinya Pertamina mampu melakukan hal yang lebih di percaturan bisnis minyak dan gas global.
"Tetapi pada kenyataanya itu tidak tercapai karena berbagai faktor eksternal dan internal yang menekan aktivitas bisnis Pertamina," katanya di Jakarta, Sabtu (12/12).
Dijelaskannya bahwa selama ini direksi Pertamina tidak mampu melawan berbagai tekanan tersebut bahkan terkesan mengiyakan saja.
"Padahal, nyawa dan keberlangsungan Pertamina sangat bergantung pada keberanian direksinya," tuturnya.
Ketidakberanian direksi misalnya pada rencana diserahkannya PT. Pertamina Gas (Pertagas) ke Perusahaan Gas Negara (PGN) yang nyata-nyata milik swasta asing.
"Hingga kini direksi Pertamina belum menyampaikan sikapnya, padahal langkah itu sangat merugikan Pertamina karena bisnisnya akan terpecah-pecah. Kami sangat mengharapkan ketegasan direksi," katanya
.[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: