Pocari Sweat Lunar Dream Project Goes To School

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 11 Desember 2015, 09:29 WIB
Pocari Sweat Lunar Dream Project Goes To School
foto:net
rmol news logo Peluncuran 'Pocari Sweat Ke Bulan' diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk memajukan sains kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda di Indonesia.

Pocari Sweat kemudian menyelenggarakan robotic workshop dan parenting seminar ke sekolah-sekolah di Bandung, Jakarta, dan kota-kota lainnya mulai tanggal 12 November-5 Desember 2015 untuk mengajak anak-anak Indonesia belajar sains dengan cara yang menyenangkan.

Sekolah-sekolah yang dikunjungi adalah SD Al-Azhar 36 (Bandung), SMP 7 Bandung, SD Al-Azhar (Bekasi), SD Harapan Bangsa (Tangerang), SD Muhammadiyah (Jakarta), SMP Cikal Harapan (BSD), SMP Saint John Meruya (Jakarta), dan SD Don Bosco 3 (Cikarang).

Sesi robotic workshop kali ini dibimbing oleh tim robotik SMAN 28 yang terdiri dari seorang guru pembimbing dan lima siswa. Selain menjadi mentor bagi para siswa, tim robotik SMAN 28 juga menampilkan kebolehan 10 buah robot rakitan sendiri untuk dieksplorasi dan dipelajari oleh sekitar 30 anak-anak dari tiap sekolah yang dikunjungi dalam robotic workshop.

Head of Marketing Pocari Sweat, Daniel Pieter menjelaskan, melalui Lunar Dream Project, saat ini Pocari Sweat menjalankan misi sebagai minuman pertama yang akan diterbangkan sejauh 380 ribu kilometer untuk mendarat di permukaan bulan.

"Robotic Workshop ini merupakan salah satu kesempatan bagi kami untuk bertemu langsung dengan anak-anak Indonesia yang berani bermimpi dan mewujudkannya melalui sains," katanya.

Sesi robotic workshop dimulai dengan penjelasan pengertian robot dan bagian-bagian robot, kemudian dilanjutkan dengan merakit robot, dan diakhiri sesi bermain dengan robot yang telah dirakit.

"Dalam workshop ini, kami menampilkan robot yang dapat dijalankan dengan menggunakan smartphone. Hal tersebut menunjukkan kepada para peserta bahwa sesungguhnya robot itu dapat dibuat dengan menggunakan peralatan yang ada di sekitar kita," tutur pembina tim robotik SMAN 28, Arif.

Selain para siswa, orang tua murid juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti parenting seminar dengan tema 'Pentingnya Hidrasi untuk Kemampuan Kognitif Anak.'

"Seringkali kita menganggap sepele kebutuhan cairan tubuh anak.  Padahal kebutuhan cairan yang optimum untuk anak-anak usia 6 hingga 17 tahun berkisar 1500 ml hingga 2200 ml, di mana kebutuhan cairan ini berbeda tergantung jenis kelamin dan usia anak," sambung Daniel Pieter.

Hidrasi tubuh yang baik dapat membantu anak agar tidak merasa cepat lelah, suasana hati anak terjaga, dan transportasi nutrisi ke otak juga berjalan dengan baik. Dengan membekali orang tua mengenai hidrasi pada anak, menurut Daniel, orang tua dapat memantau sehingga anak dapat dengan optimal mengembangkan minatnya terutama di bidang sains dan pengetahuan ilmiah.[wid] 
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA