APP mengumumkan komitmen baru ini pada Konferensi Perubahan Iklim PBB, COP21 (Conference of Parties ke-21), usai memaparkan programnya terkait perlindungan hutan dan lahan gambut, yang mendukung ambisi Indonesia untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca sebesar 29 persen di tahun 2030.
Sejak Kebijakan Konservasi Hutan diluncurkan pada Februari 2013, Managing Director Sustainability APP, Aida Greenbury menjelaskan bahwa perusahaan telah mengimplementasikan berbagai program untuk membantu masyarakat setempat mengidentifikasi dan menerapkan mata pencaharian alternatif.
Program-program ini bertujuan melindungi hutan alam di Indonesia sambil meningkatkan perekonomian komunitas-komunitas lokal. Dengan memberi opsi-opsi mata pencaharian yang tidak bergantung pada lahan, program-program ini diharapkan dapat mengurangi potensi terjadinya konflik lahan.
"Tema penting dari COP21 adalah memastikan bahwa pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan proteksi lingkungan. Kami yakin program agroforestry ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi komunitas lokal sambil melindungi hutan Indonesia," jelasnya dalam keterangan pers.
Isu-isu kehutanan Indonesia menurutnya, perlu diselesaikan pada tingkat lansekap, dan komunitas-komunitas lokal memiliki kepentingan besar dalam permasalahan ini.
"Walaupun program ini masih dalam tahap percontohan, kami akan bekerja untuk mengenalkan teknik-teknik pertanian berkelanjutan yang selaras dengan usaha perlindungan hutan," pungkasnya.
[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: