Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani mengumgkapkan pihaknya merespons positif usulan yang disampaikan Duta Besar Amerika Serikat tersebut.
"Dubes Amerika Serikat kemarin (24/11) sempat bertanya apakah sudah ada desk AS di BKPM? Belum. Mereka akan mengusulkan pembentukan desk Amerika Serikat di BKPM,†katanya dalam keterangan resminya pada pers, hari ini (25/11).
Menurut Franky, desk Amerika Serikat tersebut dapat berkontribusi positif BKPM dalam meningkatkan arus investasi ke Indonesia. Dia menambahkan nilai investasi Amerika Serikat di Indonesia saat ini belum mencapai level optimal. "Tim marketing officer yang dimiliki oleh BKPM menangani Amerika Serikat dan Eropa, oleh karena itu, keberadaan desk Amerika Serikat tentu akan lebih spesifik membantu menjangkau investor-investor Amerika Serikat yang akan menanamkan modalnya di Indonesia,†paparnya.
Dari data FDI Market periode 2010-September 2015, investasi Amerika Serikat ke seluruh dunia mencapai 694 miliar dolar AS. Indonesia berada di peringkat 25 tujuan investasi AS dengan menyerap nilai investasi 7,1 miliar dolar AS atau hanya setara dengan 1,03 persen.
Franky menambahkan sebenarnya potensi investasi dari Amerika Serikat masih cukup besar, mengingat sektor utama investasi Amerika belum banyak menanamkan modalnya di Indonesia. Mengutip data Financial Times, lima sektor utama investasi Amerika Serikat ke seluruh dunia adalah komunikasi, software dan pelayanan IT, otomotif, energi dan sektor kimia. Bulan Oktober lalu, Presiden Jokowi bersama Kepala BKPM juga sempat melakukan kunjungan ke Amerika Serikat dan berhasil membawa kesepakatan bisnis yang terkait dengan investasi senilai 2,4 miliar dolar AS.
"Kami akan pelajari keberadaan desk Amerika Serikat karena dalam prosesnya dibutuhkan surat permintaan resmi Kedutaan Besar Amerika Serikat, setelah itu dilakukan pembahasan terutama terkait pembiayaan maupun hal-hal terkait teknis operasional desk tersebut di BKPM,†imbuhnya.
Saat ini, BKPM telah memiliki beberapa desk yang secara spesifik membantu memfasilitasi investor-investor dari negara mitra investasi. Di antaranya, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan yang terakhir adalah Uni Eropa. Negara-negara tersebut menempatkan 1-2 orang perwakilannya di BKPM dibantu beberapa staf lokal.
BKPM juga memiliki kantor perwakilan di Amerika Serikat yang berlokasi di New York. Kantor Indonesia Investment Promotion Center tersebut bertugas untuk memfasilitasi dan merealisasikan minat investasi pengusaha Amerika Serikat yang berminat untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Merujuk data BKPM, Amerika Serikat masuk daftar lima besar negara yang paling banyak menanamkan modalnya di Indonesia. Realisasi investasi Amerika Serikat pada periode Januari-September 2015 sebesar 854 Juta dolar AS.
Sementara itu, total investasi Amerika di Indonesia periode 2010-September 2015 senilai 8,0 Miliar dolar AS dan menduduki peringkat ke-3 (ketiga) di bawah Singapura dan Jepang. Lima sektor terbesar adalah pertambangan 7,2 Miliar dolar AS, perdagangan/reparasi 258 Juta dolar AS, industri makanan 167 Juta dolar AS, industri alat angkut 142 Juta dolar AS, dan industri kimia dan farmasi 56 Juta dolar AS.
[sam]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google