Riza menilai pemerintah berniat meningkatkan pendapatan nelayan sekaligus menekan biaya produksi.
"Pada prinsipnya kami melihat ada semangat inisiatif konversi (gas) itu sendiri adalah upaya untuk meningkatkan produktivitas (nelayan). Di sisi yang lain adalah untuk menekan biaya produksi," ujar Riza dalam konferensi pers di Sekretariat DPP KNTI, Menteng, Jakarta, Jumat (11/9).
Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah agar konversi tepat sasaran. Ia khawatir karena data yang digunakan pemerintah adalah data yang sama sekali tidak akurat.
"Yang menjadi persoalan adalah, bagaimana mungkin kita bisa mengatakan realisasi program jadi lebih baik bilamana pemerintah
menggunakan data-data yang tidak akurat?†sesalnya.
Ia mencontohkan rencana Kementerian ESDM melakukan konversi solar ke gas terhadap 600 ribu kapal ikan. Sementara dari data hingga tahun 2014, kapal perikanan yang menggunakan mesin hanya sekitar 240 ribu unit.
"Itu artinya konversi tidak hanya dilakukan kepada kapal-kapal kecil, tapi juga kapal-kapal besar," bebernya.
Ia kemudian mempertanyakan akan ke mana sisa konversi gas dialirkan bila konversi terhadap 240 ribu nelayan kecil sudah dilakukan.
"Saya dengar sesungguhnya paket ini didorong untuk berdayakan nelayan-nelayan kecil,†ujarnya mengingatkan.
[ald]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: