Demikian salah satu hasil pertemuan antara DPR yang diwakili Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, dan sejumlah anggota DPR dengan Gubernur Banten, Rano Karno beserta jajarannya di Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Rabu (9/9).
Dalam pertemuan tersebut, Fahri Hamzah mengatakan, fokus membahas seputar isu tenaga kerja asing unskill yang membanjiri Indonesia.
"Kita banyak mendapatkan informasi kalau banyak tenaga kerja asing yang tak memiliki skill masuk ke Indonesia. Mendapat informasi banyaknya tenaga kerja asing, terutama di Banten. Kita ingin mendapat penjelasan langsung dari gubernur Banten," kata Fahri Hamzah.
Politisi PKS ini mengakui kalau isu tersebut sangat sensitif. Apalagi menurutnya, banjir tenaga kerja asing terjadi di tengah pertempuran antara dua negara kapitalis besar yakni China dan Amerika.
"Namun bagi kita (Indonesia) menjalankan konstitusi dan bagaimana kita bertahan dan tidak terseret arus dari pertarungan dari dua kapitalis besar itu," tegasnya.
Terkait dengan tenaga kerja asing unskill yang membanjiri Indonesia menurut dia, bisa saja terjadi karena mobilisasi dana dari perusahaan asing ke Indonesia. Kapital atau modal besar tersebut kata Fahri, bisa saja diboncengi dengan tenaga kerja yang tidak memiliki skill.
"Oleh karena itu masalah ini perlu kita bahas. Benarkah isu itu. Sebab UU tenaga kerja kita dengan tegas tidak memberikan tempat kepada tenaga kerja tak memiliki ketrampilan bekerja di Indonesia. Sebab isunya mereka datang ke Indonesia secara gelondongan," demikian Fahri Hamzah.
Setelah mendapatkan masukan dari Pemprov Provinsi Banten, rombongan Fahri Hamzah bergerak menuju pabrik Semen Merah Putih di Ujung Kulon, untuk mengecek langsung kebenaran dari isu TKA unskill
.[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: