Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Andung Prihadi mengatakan, pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto sebenarnya sudah dimulai sejak 2003. Namun, pembangunannya terhambat karena terkendala dana.
“Dananya itu datang sedikit-sedikit, jadi pembangunan tidak bisa dilakukan dengan cepat,†curhat Andung kepada wartawan di Yogyakarta, kemarin.
Meski begitu, Andung optimistis pembangunan akan rampung akhir tahun 2013. “Kami kebut terus pembangunannya karena sudah berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini di akhir tahun. Jadi nelayan bisa cepat merasakan manfaat dari pelabuhan itu,†ujarnya.
Menurutnya, kesejahteraan nelayan di Yogyakarta masih jauh dari harapan. Hanya beberapa kelompok nelayan saja yang kesejahteraannya sudah mapan.
Lainnya, masih menggantungkan hidup mencari ikan di laut hanya dengan kapal motor kecil sehingga pendapatan pas-pasan. Berbeda dengan nelayan yang sudah menggunakan kapal besar berbobot 30 GT. Nelayan ini sudah lebih baik penghasilannya.
Namun, lanjutnya, untuk pemasaran mereka kesulitan. Apalagi untuk mengolahnya menjadi komoditi yang memiliki nilai jual, dibutuhkan sarana dan fasilitas memadai seperti pelabuhan ikan.
Dengan dibangunnya Pelabuhan Tanjung Adikarto yang lokasinya di Kabupaten Kulon Progo ini, dapat lebih meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Andung mengungkapkan, saat ini Yogyakarta telah memiliki 13 kapal besar berukuran 30 hingga 35 GT yang diserahkan kepada nelayan secara berkelompok, sehingga nelayan dapat mencari ikan bisa mencapai 15 mil jauhnya. Mengingat, kapal berbobot lebih dari 30 GT tidak mudah terhempas oleh angin maupun gelombang laut.
“Saat ini Yogyakarta baru memiliki pelabuhan ikan di Sadeng Gunung Kidul. Tapi pelabuhan itu masih terbatas fasilitasnya, sehingga diharapkan Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kulon Progo yang nakan dilengkapi berbagai fasilitas usaha di bidang perikanan dapat lebih meningkatkan pendapatan nelayan,†jelasnya.
Direktur Utama PT Kusuma Karya (KK) selaku kontraktor pembangunan proyek Andreas Budisusetia mengungkapkan, sebagian proyek baru dimulai lagi pembangunannya pada September 2012. Kini, proses pembangunan masih berlangsung dengan memfokuskan pada finishing dermaga, ruang serba guna dan depot perbekalan.
Pembangunan pelabuhan juga diawali dengan normalisasi Kali Progo berupa pemancangan sheetpile dan pengerukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google