Meredanya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat serta pulihnya sentimen di sektor teknologi mendorong investor kembali memburu aset berisiko.
Indeks Euro STOXX 50 ditutup menguat 1,2 persen ke level 6.282, sementara STOXX 600 naik 0,8 persen menjadi 640.
Penguatan dipimpin oleh saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI), menyusul tingginya antusiasme investor terhadap pencatatan saham SK Hynix di Amerika Serikat.
Permintaan terhadap American Depositary Receipts (ADR) perusahaan semikonduktor asal Korea Selatan itu dilaporkan mencapai lebih dari tujuh kali jumlah saham yang ditawarkan, memicu optimisme bahwa investasi di sektor pusat data dan AI masih memiliki prospek kuat.
Sentimen tersebut mengangkat saham produsen chip dan infrastruktur AI di Eropa. ASML, Infineon Technologies, Siemens Energy, dan Siemens masing-masing mencatat kenaikan signifikan, memperkuat reli di sektor teknologi.
Sektor perbankan juga ikut menopang penguatan pasar seiring pulihnya pasar obligasi kawasan Euro dan meredanya harga energi. Optimisme muncul setelah arus kapal tanker melalui Selat Hormuz tetap berjalan meski ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung.
Saham Santander, Intesa Sanpaolo, hingga UniCredit mencatat kenaikan, dengan UniCredit mendapat tambahan sentimen positif dari meningkatnya peluang akuisisi terhadap Commerzbank.
Di Jerman, indeks DAX 40 naik sekitar 0,9 persen ke level 25.118, didorong oleh reli saham teknologi dan spekulasi bahwa China berpotensi kembali membuka akses bagi chip Nvidia. Selain Infineon yang melonjak lebih dari 4 persen, saham Qiagen melesat lebih dari 10 persen setelah kembali muncul kabar ketertarikan sejumlah perusahaan ekuitas swasta untuk mengakuisisi perusahaan tersebut.
Sementara itu, indeks CAC 40 Prancis menguat 0,9 persen ke 8.327. Penguatan ditopang oleh sektor semikonduktor, barang mewah, dan keuangan. STMicroelectronics melesat 7,1 persen setelah menyampaikan proyeksi pendapatan kuartal kedua yang lebih optimistis.
Saham barang mewah seperti Hermès dan LVMH turut menguat, disusul kenaikan saham perbankan seperti Société Générale, BNP Paribas, dan Crédit Agricole.
Berbeda dengan mayoritas bursa Eropa, FTSE 100 Inggris ditutup sedikit melemah. Indeks tertekan oleh anjloknya saham AstraZeneca sebesar 7,3 persen setelah terapi gen Wainua gagal memenuhi target utama dalam uji klinis tahap akhir. Pelemahan harga minyak juga membebani saham energi seperti Shell dan BP.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: