Dengan dana sebesar itu, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Armida S. Alisjahbana, berharap agar program-program yang dilakukan oleh MCAI bertujuan mengentaskan kemiskinan.
"Kita berharap tiga program ini dapat mengentaskan kemiskanan Indonesia yang mencapai 11,3 persen," kata dia saat memberi arahan kepada MCAI dalam acara pembukaan Millennium Challange Forum & Expo di JCC, Jakarta, (Jumat 18/10)
Ia juga berharap agar desain proyek yang dilakukan wali amanat pelaksana program Compact di Indonesia itu tidak terlalu muluk-muluk dan disesuaikan dengan tingkat pendidikan daerah.
"Mendesain proyek jangan terlalu tinggi atau
perfect. Takutnya, masyarakat yang seharusnya bisa memanfaatkan itu jadi tidak dapat manfaat, karena dia dipaksa mengubah kearifan lokal secara signifikan," tegasnya.
Usai memberi sambutan, Menteri Armida segera membuka secara simbolik acara expo tersebut dengan memukul gong dan gunting pita. Ia memukul gong sebanyak tiga kali, didampingi Kuasa Usaha Kedutaan Besar AS Kristen Bauer dan Wakil Kepala Bappenas Lukita Dinarsya Tuwo.
Armida yang mengenakan setelan batik putih bermotif daun ini segera mengunjungi beberapa stand yang mempertontonkan hasil kerajinan beberapa daerah. Ada tiga proyek Compact yang dilakukan oleh MCAI yaitu kemakmuran hijau (green prosperity), kesehatan dan gizi berbasis masyarakat untuk mengurangi anak pendek (community based health and nutrition to reduce stunting), dan modernisasi pengadaan barang dan jasa pemerintah (procurement modernization).
Program Compact adalah hibah dari Millennium Challange Corporation (MCC) dan merupakan pilar utama kemitraan komprehensif Amerika Serikat-Indonesia, sekaligus bantuan terbesar AS untuk Indonesia.
[ald]
BERITA TERKAIT: