"Dalam jangka pendek pemerintah dan Bank Indonesia akan mengambil langkah-langkah untuk menjaga stabilitas makro ekonomi, khususnya sektor keuangan dan neraca pembayaran," kata Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, dalam keterangan persnya usai mengikuti rapat terbatas kabinet di Kantor Presiden, Jumat siang (23/8).
Koordinasi dan kombinasi kebijakan antara pemerintah, BI, dan OJK ini diperlukan guna menjaga pertumbuhan ekonomi di tingkat yang realistis, menghindari dampak krisis terhadap duniausaha dan menjaga penyediaan lapangan kerja.
"Diharapkan pada triwulan ketiga dan keempat defisit neraca berjalan akan menurun, iklim dunia usaha tetap terjaga. Paket insentif dan perbaikan yang diambil pemerintah ini juga akan membuat pertumbuhan ekonomi kita jaga pada level yang realistis," tambahnya, dikutip dari
presidenri.go.id.
Hatta menjelaskan latar belakang situasi ekonomi yang membuat pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi ini. Dalam beberapa hari terakhir, terjadi gejolak di pasar keuangan dan nilai tukar yang dipicu faktor eksternal dan internal. Dari sisi eksternal, yang dikhawatirkan adalah kebijakan quantitative easing di Amerika Serikat. Sedangkan di sisi internal adalah memburuknya neraca transaksi berjalan yang mengalami defisit 4,4 persen dari PDB.
"Situasi sampai saat ini aman, namun kita harus meningkatkan kewaspadaan dengan terjadinya perkembangan terakhir ini," terang Hatta.
[ald]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: