"Sudah ada perusahaan kita yang di sana, tapi baru trading belum melakukan investasi," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (21/8).
Dia menjelaskan, terdapat beberapa sektor industri yang akan dijamah pemerintah Indonesia di negara pecahan Uni Soviet tersebut. Diantaranya, sektor migas, obat-obatan, karet, dan makanan instan.
Menurut Hatta, untuk semua invenstasi itu, pemerintah akan menargetkan penggelontoran dana sampai sekitar 1 juta dolar AS.
"Kita masuk dari yang sudah berproduksi, bukan yang dari nol. Kita juga berkepentingan untuk menempatkan palm oil kita di sana. Untuk semuanya kita target dana sebesar 500 ribu dolar sampai 1 juta dolar AS," demikian Hatta.
[dem]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: