Kemarin, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Pelaksana Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), dan HimÂpunan Wiraswasta Nasional MiÂnyak Dan Gas (Hiswana) melaÂkukan pembahasan awal.
“Rapat membahas tiga opsi pembatasan. Nanti hasil dari raÂpat akan kita samÂpaikan kepada PreÂsiden SBY,†ungkap Kepala BPH MiÂgas Andy Noorsama Someng kepada wartawan di Kementerian ESÂDM, di Jakarta.
Tiga opsi pembatasan BBM subsidi yang dibahas, yakni meÂnaÂikkan harga BBM subsidi, meÂlarang mobil pelat hitam meÂngÂÂÂÂguÂnakan BBM subsidi dan meÂngeÂluarkan varian BBM baru Ron 90, yaitu premix seharga Rp 7.000 per liter.
Dari tiga opsi tersebut, pemeÂrinÂtah tampaknya akan memilih opsi pembatasan melarang mobil dinas pakai BBM subsidi. Hal itu terlihat dari pernyataan Wakil Menteri ESDM Susilo SuswoÂutomo dan Menteri KoÂorÂdinator Perekonomian Hatta RaÂjasa.
Susilo mengatakan, ospi meÂnaikkan harga BBM kecil, bahÂkan keÂmungkinan dalam rapat tidak akan dibahas. “Kita akan lebih spesifik untuk melakukan pengÂendalian,†timpal Susilo.
Dia mengatakan, pada prinÂsipÂnya opsi pembatasan yang akan dipilih karena bisa memÂberikan keÂaÂÂdilan untuk masyaÂraÂkat. SeÂbab, saat ini 70 persen konÂÂsumsi BBM subsidi lebih banyak dinikÂmati kalangan menengah ke atas.
LangÂkah pengendalian dilaÂkukan agar distribusi BBM subÂsidi bisa lebih tepat sasaran. SeÂmentara, Hatta Rajasa malah meÂmastiÂkan pemeÂrintah menutup opsi rencana menÂjual BBM jenis baru, yaitu preÂmix Ron 90.
Hatta menjelaskan, jika bensin jenis premix dijual, maka akan membuat konsumen yang biasa membeli pertamax beralih. SeÂbab, premix yang ditawarkan seÂÂharga Rp 7.000 per liter atau lebih murah dari pertamax.
“Ron 90 juga subsidi, kalau perÂÂtamax pinÂdah ke situ bagaiÂmana? Yang tadiÂnya tidak diberi subsidi malah kita meÂnambah subsidi. Subsidi malah tambah banyak “ ujar Hatta.
Direktur PeÂÂmasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengÂaku siap meÂlakÂsaÂnakan apapun keputusan pemerinÂtah. Pertamina sedang menunggu keputusan yang akan diambil pemerintah.
Soal opsi melarang mobil pelat hitam pakai BBM? Dia menjaÂwab diplomatis. “Pertamina tiÂdak punya pilihan lain selain siap,†tegas Hanung.
Menteri ESDM Jero Wacik meÂngÂatakan, pemerintah sudah melakukan pemilihan keÂlompok masyarakat untuk melaÂkukan pembatasan. MenurutÂnya, peÂmeÂrintah ingin pembatasan tiÂdak meÂrugikan rakyat kecil.
“MiÂÂsalÂnya, mobil box pelat hiÂtam yang mengangkut sayuran. PeÂmerintah ingin mereka nanti diÂganti pelat kuning untuk meÂmuÂdahkan petugas di SPBU,†kata Politisi Demokrat ini.
Wacik mengakui, semua opsi pemÂÂbatasan BBM memiliki damÂpak terhadap kenaikan inflasi. Tapi, bisa diÂpilih opsi yang paling keÂcilnya dampaknya.
Wakil Ketua Komisi VII DPR Achmad Ferial mendukung opsi melarang mobil pribadi pakai BBM subsidi. “BBM subsidi cukup dibatasi untuk roda dua dan mobil pelat kuning,†katanya.
Ferial meminta, penghematan anggaran benar-benar dipakai untuk kepentingan pembangunan seperti membangun infrastruktur pertanian. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: