PT Inti Gandeng Pabrik China Pasang RFID Di 100 Kendaraan

Menteri Dahlan Diminta Memantau

Kamis, 11 April 2013, 08:45 WIB
PT Inti Gandeng Pabrik China Pasang RFID Di 100 Kendaraan
dahlan iskan
rmol news logo PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) akan memasang perangkat radio frequency identification (RFID) untuk sekitar 100 juta kendaraan bermotor di seluruh Indonesia. Pasalnya perseroan dinyatakan sebagai pemenang tender proyek sistem monitoring dan pengendalian (SMP) bahan bakar minyak (BBM) subsidi milik PT Pertamina.

Direktur Utama PT Inti Tikno Sutisna mengaku akan menangani paket program pengawasan dan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi berbasis teknologi informasi (IT) mulai April hingga akhir tahun 2013.

“Perangkat RFID yang berbentuk cincin (ring) di 100 juta kendaraan bermotor seluruh Indonesia meliputi 11 juta mobil penumpang 80 juta motor, tiga juta bus dan enam juta truk,” kata Tikno  kepada Rakyat Merdeka di Gedung Kementerian BUMN Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, tidak hanya memasangkan perangkat RFID, perseroan juga akan memantau penyaluran premium dan solar subsidi yang keluar dari 91.311 ribu kepala selang pompa BBM di 5.027 SPBU.

“Fase monitoring di hargai Rp 18 dengan volumenya 40 juta kiloliter (kl) per tahun sedangkan fase pengendalian Rp 20,74 per liter,” jelasnya.

Menurut Tikno, dengan sistem monitoring berbasis teknologi nirkabel (wireless) diharapkan dapat memudahkan pembangunan serta mengurangi kompleksitas sistem di SPBU sekaligus transaksi BBM yang akan membantu sistem distribusi dan pengawasan konsumsi BBM secara transparan pada masyarakat.

Untuk penyediaan teknologi, Tikno mengaku akan mendatangkannya langsung dengan menggandeng pabrikan-pabrikan asal China. Namun dia tidak menyebutkan merek dari peralatan yang diproduksi pabrikan asal China tersebut.

“Tidak ada mereknya, pabriknya ada di China. Kebutuhan tahun ini agak berat untuk mengembangkan sendiri. Untuk tahap pertama ini kami bawa dari pabrikan di China. Datang sesuai jadwal kita dengan Pertamina, Juli harus sudah mulai online,” ujarnya.
Direktur Marketing PT Inti Adiaris menambahkan, dipasangnya RFID di kendaraan akan membuat distribusi dan pengawasan konsumsi jadi makin transparan. Sebab RFID secara otomatis mencatat transaksi BBM yang terjadi.

Anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan memantau RFID buatan PT Inti. Dia takut rencana menggaet pabrik China ini justru akan menurunkan mutu alat pengendali konsumsi BBM. Akibatnya, pengendalian BBM subsidi bisa gagal lagi.  [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA