Wamendag Yakin Inflasi Bakal Turun

Bawang & Padi Segera Panen

Selasa, 09 April 2013, 08:03 WIB
Wamendag Yakin Inflasi Bakal Turun
ilustrasi/ist
rmol news logo .Inflasi pada bulan Maret naik 0,63 persen. Berdasarkan data Ba­dan Pusat Statistik (BPS), ke­naikan inflasi tersebut tertinggi selama lima tahun terakhir.  Na­mun, pemerintah optimistis in­flasi bakal segera turun.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengatakan, potensi inflasi pada bulan April ini sangat kecil. Ka­rena, sebagian pertanian di se­jumlah wilayah di Indonesia akan panen raya.

“Bulan depan sudah memasuki musim panen. Beberapa komo­ditas pertanian akan panen raya seperti bawang merah, beras, gula dan produk hortikultura. Mudah-mudahan bisa menekan laju in­flasi,” kata Bayu kepada warta­wan di Jakarta, kemarin.

Diterangkan, beras akan pa­nen bulan ini, sementara panen padi diperkirakan juga akan berlim­pah. Untuk ba­wang merah, akan panen bulan ini.

Untuk produk hortikultura lain, lanjutnya, rata-rata panen akan panen pada April sampai Mei.  “Saya perkirakan April, Mei, dan Juni semua harga akan stabil,” ucapnya.

Bagaimana dengan masih ma­halnya harga daging? Bayu me­ng­akui, harga komoditas ter­se­but menjadi salah satu indika­tor me­nentukan laju inflasi.

Dia mengungkapkan, pemerin­tah akan berupaya mengatasinya gejolak harga. Antara lain, de­ngan melakukan impor untuk me­menuhi kebutuhan  industri.

Dia menjelaskan, kebijakan im­por akan diambil sekaligus gu­na menghadapi bu­lan Rama­dhan yang jatuh pada Bulan Juli.

“Artinya kegiatan apa­pun itu harus bisa sampai ke pedagang dan distributor bulan Juni. Ka­rena dengan demikian me­reka da­pat mengetahui ke­pastian stok daging,” ungkapnya.

Pengamat Pertanian Ahmad Yakub membenarkan sejumlah komoditas akan panen raya da­lam waktu dekat.  Na­mun, Ah­mad tidak berani mem­prediksi apakah hasil panen itu mampu menekan inflasi.

Menurutnya, ada beberapa ko­moditas terlambat memasuki masa panen. Hal ter­sebut terjadi akibat gangguan cuaca.

“Seha­rus­nya kalau ingin pa­nen bisa lancar dan negeri ini bisa me­ngu­rangi impor. Peme­rintah mes­ti lebih serius mem­bantu petani,” im­buhnya.

Diungkapkan, selain gang­guan cuaca, keterlambatan pa­nen juga karena petani kesulitan men­da­patkan pupuk.

Sekjen Asosiasi Pedagang Pa­sar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran mengatakan, sejauh ini stok pangan belum sebanding de­ngan permintaan. Oleh karena itu, harga sejumlah komoditas pa­ngan belum stabil.

“Harga pangan yang sempat naik sudah turun. Tapi harga be­lum normal,” imbuhnya.

Ngadiran berharap, pemerin­tah bisa segera mengambil ke­bijakan menekan harga.
Sebab, mahal­nya harga telah mempe­ngaruhi pen­da­patan pedagang dan meru­gikan konsumen. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA