Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengatakan, potensi inflasi pada bulan April ini sangat kecil. KaÂrena, sebagian pertanian di seÂjumlah wilayah di Indonesia akan panen raya.
“Bulan depan sudah memasuki musim panen. Beberapa komoÂditas pertanian akan panen raya seperti bawang merah, beras, gula dan produk hortikultura. Mudah-mudahan bisa menekan laju inÂflasi,†kata Bayu kepada wartaÂwan di Jakarta, kemarin.
Diterangkan, beras akan paÂnen bulan ini, sementara panen padi diperkirakan juga akan berlimÂpah. Untuk baÂwang merah, akan panen bulan ini.
Untuk produk hortikultura lain, lanjutnya, rata-rata panen akan panen pada April sampai Mei. “Saya perkirakan April, Mei, dan Juni semua harga akan stabil,†ucapnya.
Bagaimana dengan masih maÂhalnya harga daging? Bayu meÂngÂakui, harga komoditas terÂseÂbut menjadi salah satu indikaÂtor meÂnentukan laju inflasi.
Dia mengungkapkan, pemerinÂtah akan berupaya mengatasinya gejolak harga. Antara lain, deÂngan melakukan impor untuk meÂmenuhi kebutuhan industri.
Dia menjelaskan, kebijakan imÂpor akan diambil sekaligus guÂna menghadapi buÂlan RamaÂdhan yang jatuh pada Bulan Juli.
“Artinya kegiatan apaÂpun itu harus bisa sampai ke pedagang dan distributor bulan Juni. KaÂrena dengan demikian meÂreka daÂpat mengetahui keÂpastian stok daging,†ungkapnya.
Pengamat Pertanian Ahmad Yakub membenarkan sejumlah komoditas akan panen raya daÂlam waktu dekat. NaÂmun, AhÂmad tidak berani memÂprediksi apakah hasil panen itu mampu menekan inflasi.
Menurutnya, ada beberapa koÂmoditas terlambat memasuki masa panen. Hal terÂsebut terjadi akibat gangguan cuaca.
“SehaÂrusÂnya kalau ingin paÂnen bisa lancar dan negeri ini bisa meÂnguÂrangi impor. PemeÂrintah mesÂti lebih serius memÂbantu petani,†imÂbuhnya.
Diungkapkan, selain gangÂguan cuaca, keterlambatan paÂnen juga karena petani kesulitan menÂdaÂpatkan pupuk.
Sekjen Asosiasi Pedagang PaÂsar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran mengatakan, sejauh ini stok pangan belum sebanding deÂngan permintaan. Oleh karena itu, harga sejumlah komoditas paÂngan belum stabil.
“Harga pangan yang sempat naik sudah turun. Tapi harga beÂlum normal,†imbuhnya.
Ngadiran berharap, pemerinÂtah bisa segera mengambil keÂbijakan menekan harga.
Sebab, mahalÂnya harga telah mempeÂngaruhi penÂdaÂpatan pedagang dan meruÂgikan konsumen. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: