CEO PT Len Industri Abraham Mose mengatakan, target pembuatan sistem OBU untuk tahun ini sesuai dengan permintaan pemerintah sebanyak 500 unit. “Sasarannya sudah dalam produksi dalam negeri,†kata Abraham.
Abraham mengatakan, untuk membiayai proyek tersebut, perseroan mendapatkan pendanaan dari kas internal. “Hari Senin kita putuskan dalam rapat berapa total pendanaannya. Namun untuk target kita sesuaikan permintaan dari pemerintah,†ucapnya.
PT LEN juga sebelumnya sudah bekerja sama dengan PT Telkom untuk sinergitas dalam pengembangan dan produksi OBU e-Toll Pass untuk memenuhi kebutuhan dalam pengembangan sistem pembayaran elektronik jalan tol.
“Sinergi Len-Telkom untuk bekerja sama dalam melakukan riset pengembangan, sinergi produksi lokal, distribusi, pemasaran OBU dan sistem terkait untuk keperluan sistem pembayaran elektronik jalan tol,†jelas Abraham.
Perangkat yang akan dikembangkan dan diproduksi dalam sinergi tersebut juga juga bisa dimanfaatkan untuk ekosistem transportasi lainnya di Indonesia.
Dengan hadirnya e-Toll Pass yang terdiri atas seperangkat transmitter OBU, pengguna jalan tol tak lagi harus membuka kaca jendela ataupun menghentikan laju kendaraan untuk melakukan transaksi. “Saat ini, perangkat on board unit (perangkat e-Toll Pass) masih diimpor,†katanya. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google