BBM Subsidi Bakal Dibatasi Produsen Otomotif Resah...

Pasar Medium Mobil Terganggu

Senin, 01 April 2013, 08:00 WIB
BBM Subsidi Bakal Dibatasi Produsen Otomotif Resah...
ilustrasi/ist
rmol news logo .Rencana pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diprediksi akan mengganggu target penjualan mobil 1,1 juta unit tahun ini. Sejumlah produsen mobil pun dikabarkan mulai resah dengan kebijakan baru tersebut. 

Pengamat otomotif Suhari Sar­­go menilai, pembatasan BBM bersubsidi dipastikan mengu­ra­ngi jumlah penjualan mobil. Pa­salnya, pasar mobil terbesar di Indonesia adalah kelas medium dengan harga Rp 100-300 jutaan.

“Penurunan penjualan mobil pastinya tak terelakkan, khusus­nya untuk kelas medium (1.000-2.000 cc) yang pasarnya cukup be­sar di In­donesia, sekitar 70 per­sen. Na­mun untuk mobil me­wah di atas 2.000 cc tidak akan ter­pe­ngaruh,” kata Suhari kepada Rak­­yat Mer­deka, Jumat, (29/3).

Menurut Suhari, kebijakan ba­­ru ini membuat Agen Peme­gang Merek (APM) mobil ga­lau, karena akan meng­ganggu pasar penjualan khusus­nya di ke­las premium.
“Keberadaan mobil murah pun belum bisa dipastikan apakah bisa mendongkrak penjualan atau tidak. Apalagi aturan tersebut tak juga diterbitkan,” kata Suhari.

Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johnny Darmawan tidak menepis jika pembatasan bahan bakar subsidi akan ber­pengaruh pada penjualan mobil maupun konsumen.

 â€Pasti membawa dampak. Ta­pi saya nggak mau ber­spe­kulasi seperti apa dampaknya. Ber­da­sarkan pengalaman sebe­lum­nya, beberapa bulan akan ber­dampak, tapi setelah itu akan kem­bali normal,” tutur Johnny.

Berbeda dengan Ketua I Gai­kindo Jongkie D Sugiarto yang meyakini penjualan mobil naik sekitar 10 persen dari tahun lalu yang menyentuh angka 1,1 juta unit.

“Memang ada regulasi yang memungkinkan penjualan mobil menurun. Salah satunya pem­batasan BBM bersubsidi dan kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Tapi Gaikindo yakin pasar akan tumbuh sedikit dari pencapaian tahun lalu. Dengan kenaikan 7,5 persen, maka pencapaian pen­jualan  mencapai angka 1,2 juta unit,” kata Jongkie D Su­giarto kepada Rakyat Merdeka.

Ketua Umum Gaikindo Su­dir­man MR mengatakan, asumsi positif terhadap industri otomotif terus mengalir. Kementerian Per­­industrian juga mempre­dik­sikan pangsa pasar mobil do­mes­tik akan mengalami pertumbuh­an meski tidak signifikan.

“Kami pengurus Gaikindo un­tuk sementara menetapkan target pen­jualan sama dengan tahun la­lu, yak­ni sekitar 1,1 juta unit de­ngan mem­pertimbangkan ber­bagai kebijakan pemerintah yang akan mem­pe­nga­ruhi angka ter­sebut,” ujarnya.

Adapun faktor yang berpe­nga­ruh besar terhadap penca­pai­an in­dustri otomotif, yaitu ke­bija­kan regulator. Di antara­nya ten­tang kenaikan uang muka kredit ken­daraan bermo­tor (loan to va­lue), kenaikan tarif dasar listrik, ser­ta persai­ng­an dan kon­disi eko­no­mi do­mes­tik mau­pun glo­bal. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA