Menteri BUMN Jajaki Pembibitan Sapi Di Australia

Lahirkan Anak Sapi Cuma Rp 3 Juta

Rabu, 20 Maret 2013, 07:55 WIB
Menteri BUMN Jajaki Pembibitan Sapi Di Australia
ilustrasi, Sapi
rmol news logo .Pembibitan sapi di luar negeri dinilai lebih ekonomis Rp 3 juta dibanding di dalam negeri yang bisa mencapai Rp 9 juta.

Menteri Badan Usaha Milik Ne­gara (BUMN) Dahlan Iskan tengah menjajaki rencana pem­bibitan ternak sapi di Australia. Sebab, pembibitan di sana lebih ekonomis dibanding di dalam negeri.

“Pembibitan sapi di Australia untuk melahirkan anak sapi. Itu yang paling efisien karena di sana untuk melahirkan satu anak sapi sekitar Rp 3 juta, kalau di Indo­nesia Rp 9 Juta. Mahal sekali,” kata Dah­lan seusai memimpin Rapat Pim­pinan (Rapim) BUMN di kantor Pusat PLN, Jakarta, kemarin.

Sayangnya, bekas direktur Utama PLN ini belum bisa me­mas­tikan kapan rencana tersebut terealisas, hingga kini itu masih dalam tahap penjajakan.

Meski belum bisa memastikan waktu yang tepat untuk mereali­sasikan rencana tersebut, Dahlan me­nyatakan proses peternakan sapi tidak seluruhnya dilakukan di Australia. Menurut dia, proses yang dilakukan di Australia hanya sebatas pembibitan, se­men­tara proses lainnya akan dilakukan di dalam negeri.

“Kalau penggemukan lebih baik di Indonesia karena kalau melahirkan di Australia, ada pikiran BUMN punya pembi­bitan sapi di Australia,” tegasnya.

Kementerian BUMN memang siap mendukung program swa­sem­bada daging sapi.

Dalam rangka mewujudkan swasem­bada daging sapi nasional, Dah­lan menyatakan beberapa BUMN siap membantu memproduksi sapi. Misalnya, PT Rajawali Nu­santara Indonesia (RNI) dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

Selain itu, Dahlan juga me­minta agar BUMN diberi alokasi khusus impor daging sapi. Impor daging sapi berpotensi membe­rikan keuntungan besar bagi BUMN.

Ia mengemukakan, laba hasil penjualan daging sapi impor akan digunakan untuk mengembang­kan produksi sapi di dalam ne­geri, sehingga suatu saat Indo­nesia tidak perlu lagi mengimpor daging sapi.

Menanggapi itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memberikan alokasi impor sapi untuk sejumlah BUMN seperti PT RNI dan PTPN. Namun, BUMN hanya akan mendapat alo­kasi impor sapi untuk tujuan pem­bibitan dalam rangka me­ning­katkan produksi daging sapi di dalam negeri. Dalam pelak­sanaannya nanti, BUMN tidak perlu melalui lelang untuk mengimpor bibit sapi.

“Ada (alokasi khusus). Yang akan dilelang hanya daging segar dan (sapi) bakalan. Pembibitan nggak,” jelas Dirjen Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir Daging Sapi (Aspidi) Thomas Sembiring mempersilakan peme­rintah memberikan seluruh kuota impor daging sapi pada BUMN. “Ya silakan saja,” katanya.

Namun, Thomas mengancam akan berhenti mengimpor daging sapi dan berpindah ke bidang usa­ha lain. “Kalau dipaksakan se­per­ti itu, mau bikin apa. Ya paling importir tutup cari usaha lain,” tegasnya.

Selain itu, Aspidi merasa ke­beratan soal wacana kewajiban pengembangbiakan sapi di dalam negeri bagi para importir daging sapi dalam rangka mendukung ketahanan daging. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA