Alasan Mikirin Rakyat, Wacik Tolak Harga Elpiji 12 Kg Naik

Pertamina Rugi Rp 5 Triliun

Jumat, 15 Maret 2013, 07:58 WIB
Alasan Mikirin Rakyat, Wacik Tolak Harga Elpiji 12 Kg Naik
ilustrasi, Elpiji 12 Kg
rmol news logo DPR meminta kerugian Per­tamina dari penjualan elpiji 12 kilogram (kg) bisa dikurangi karena dalam Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak boleh rugi. Na­mun, pemerintah sudah me­mu­tuskan menolak usulan ke­naik­an harga elpiji tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, alasan ti­dak direstuinya keinginan Per­tamina menaikkan harga elpiji 12 kg karena pemerintah mem­per­tim­bangkan beban masya­rakat.

“Kita pikirkan rakyat. Ka­lau me­nyangkut kepentingan rak­yat tidak boleh gegabah,” te­gasnya di Jakarta, kemarin.

Wacik juga menegaskan, ke­ru­gian akibat batalnya kenai­kan harga elpiji 12 kg tetap akan di­tanggung Pertamina dan itu su­dah dibahas dengan Men­teri BUMN Dahlan Iskan dan Menko Perekonomian Hatta Ra­jasa.

Anggota Komisi VII DPR Achmad Rilyadi mengatakan, harga elpiji 12 kg sudah terlalu lama tidak naik. “Sampai kapan mesti ditahan kenaikannya. Perta­mi­na tidak akan berkem­bang kalau dipak­sa terus me­rugi,” katanya di Jakarta, kemarin.

Ia menyayangkan pemerin­tah yang hanya mementingkan citra ketimbang bisnis dalam menyikapi kenaikan harga elpiji tersebut.

Ang­gota Komisi VII DPR Su­gi­hono menyatakan, elpiji 12 kg meru­pakan barang non sub­sidi yang penggunaannya kon­sumen mampu. Sedang­kan kon­sumen berpeng­hasil­an ren­dah dan usaha kecil su­dah di­se­diakan elpiji subsidi jenis 3 kg.

“Jika rencana ke­naikan harga elpiji 12 kg dita­han terus, Per­tamina bakal sulit mem­bangun infrastruktur elpiji kalau mesti menanggung keru­gian yang diperkirakan men­capai Rp 5 triliun,” kata Sugihono.

Terkait kekhawatiran pe­ngo­plosan atau migrasi dari tabung 12 kg ke 3 kg pasca kenaikan, dia meminta pemerintah, apa­rat keamanan dan Perta­mina mem­perketat pengawa­san.

“Saya pikir kalau mereka mau mengawasi, orang akan takut mengoplos,” katanya.
Anggota Komisi VII DPR Bobby Rizaldi mengatakan, ke­naikan harga elpiji bisa dila­kukan jika inflasi semester awal tahun ini aman. Kondisi aman yang dimaksud adalah tambahan laju inflasi akibat ke­naikan tarif listrik yang di­ber­lakukan awal Januari 2013 ti­dak melebihi 1 persen.

Untuk diketahui, Pertamina mengusulkan kenaikan harga elpiji 12 kg sebesar 36,2 persen mulai Maret 2013 kepada peme­rintah. Harga jual elpiji 12 kg diren­­canakan naik dari sebe­lum­nya Rp 5.850 menjadi Rp 7.966,7 per kg atau naik Rp 2.116,7 per kg.

Dengan demikian, harga el­piji dari agen ke konsumen akan naik dari Rp 70.200 men­jadi Rp 95.600 atau naik Rp 25.400 per tabung kemasan 12 kg. Kenaikan harga itu akan mengurangi kerugian Perta­mi­na dari bisnis elpiji 12 kg se­besar Rp1,1 triliun atau men­jadi tinggal Rp 3,9 triliun.

Pertamina terakhir kali me­naikkan harga elpiji 12 kg pada Oktober 2009 sebesar Rp 100 per kg dari sebelumnya Rp 5.750 menjadi Rp 5.850 per kg. Sementara biaya produksi elpiji terus mengalami kenaikan dari sebelumnya pada 2009 hanya sekitar Rp 7.000 menjadi Rp 10.064 per kg. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA