Pemerintah diminta tidak terpengaruh dengan desakan beberapa kalangan untuk meÂnaikkan harga BBM subsidi dengan alasan mengamankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut anggota Komisi VII DPR Achmad Rilyadi, pengaÂmat dan birokrat jangan hanya melihat besaran subsidi sebaÂgai beban dalam APBN. NaÂmun, harus dilihat juga jika subÂsidi merupakan sebagai kewajiban terhadap rakyatnya.
“Subsidi itu wajib diberikan negara keÂpada rakyatnya,†ujarÂnya keÂpada Rakyat Merdeka.
Terkait dengan masih baÂnyakÂÂÂnya BBM subsidi yang tidak tepat penyalurannya, meÂnurut dia, itu merupakan tangÂgung jawab dari pemerintah seÂbagai penyelenggara negara. Pemerintah mempunyai aparat yang seharusnya bisa menerÂtibkan penyaluran bensin subÂsidi agar tepat sasaran.
“Kita punya TNI, Polisi dan BPH Migas untuk mengawasi penyaluran BBM, tapi peÂnyeÂlundupan tidak bisa ditangani,†katanya.
Karena itu, Rilyadi mengaku tidak heran dengan prediksi jeÂbolnya kuota BBM subsidi taÂhun ini. Menurutnya, jika peÂmerintah memang serius meÂngurangi penyelundupan, haÂrus berani tegas. Tapi, hingga kini kegiatan penyelundupan BBM ke Singapura dan Timor Leste saja terjadi. “Koruptor saja bisa ditangÂkapi, masak penyelundup kakap tidak ada yang ketangkep,†sentilnya.
Kendati begitu, Rilyadi meÂnilai, pemerintah bisa mencaÂbut subÂsidi BBM jika sudah biÂsa meÂnertibkan distribusi dan menyiapkan konversi dengan benar, sehingga ada energi alÂternatif yang terjangkau.
Ketua Dewan Insinyur PersaÂtuan Insinyur Indonesia (PII) Said Didu mengatakan, dana subsidi energi 2013 sebesar Rp 300 triliun, 80 persennya diÂnikÂmati orang mampu.
“Subsidi BBM 94 persennya dinikmati kendaraan pribadi dan hanya 4 persen kendaraan peÂnumÂpang dan 2 persen kenÂdaraÂan barang,†katanya.
Bekas Sekretaris KemenÂteÂrian Badan Usaha Milik NeÂgara (BUMN) itu mengÂatakan, jika dialihkan ke infrastruktur pubÂlik, subsidi itu bisa untuk memÂbangun 30.000 kilometer (km) jalan, 4 jalur rel kereta single track atau 6.000 km jalan tol atau 20.000 Megawatt (MW) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: